Sementara itu, Monang Sitinjak menyebut karya yang ia tampilkan berangkat dari angan-angan dan imajinasi yang dituangkan langsung ke kanvas. “Apa yang ada di pikiran, saya lemparkan ke kanvas, dan jadilah karya,” tuturnya singkat.
General Manager Grand Candi Hotel, Julia SKB, menegaskan bahwa pemilihan tema Timeless Harmony untuk merepresentasikan filosofi hotel yang tetap relevan lintas waktu. Meski telah berdiri hampir tiga dekade, nilai kehangatan dan kenyamanan tetap menjadi ruh utama pelayanan.
BACA JUGA: Sentuhan Seni dan Desain Elegan Warnai Pengalaman Menginap di Grand Candi Semarang
“Walaupun sudah 28 tahun, pelayanan itu tidak lekang oleh waktu. Kami ingin setiap tamu yang datang merasa seperti pulang ke rumah, disambut dengan kehangatan dan kenyamanan,” ujar Julia.
Ia juga menegaskan, pameran ini juga menjadi ruang apresiasi dan promosi bagi seniman. Seluruh karya di pameran itu merupakan karya asli para perupa yang telah melalui proses kurasi, mengingat keterbatasan ruang.
“Kecintaan owner kami terhadap seni membuat hotel ini tidak hanya menampilkan lukisan, tapi juga patung dan koleksi seni lainnya. Di usia ke-28 ini, kami ingin memperkuat identitas galeri itu,” katanya.
Melalui perayaan 28 tahun bertema Timeless Harmony, Grand Candi Hotel tak hanya merayakan perjalanan panjangnya, tetapi juga menghadirkan dialog antara seni, ruang, dan manusia, sebuah harmoni abadi yang dapat siapa saja nikmati. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





