Olahraga

Regenerasi Capo dan Dirigen, Panser Biru Tegaskan Loyalitas ke PSIS Semarang

×

Regenerasi Capo dan Dirigen, Panser Biru Tegaskan Loyalitas ke PSIS Semarang

Sebarkan artikel ini
Capo Panser Biru
Ketua DPP Panser Biru, Kepareng "Wareng", saat ditemui di kawasan Simpang Lima Semarang. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kelompok suporter PSIS Semarang, Panser Biru, melakukan pembaruan struktur dukungan di tribun dengan merekrut capo dan dirigen baru pada tengah kompetisi Liga 2.

Langkah itu guna mengisi kekosongan sekaligus memperkuat soliditas organisasi setelah perubahan besar di tubuh manajemen PSIS Semarang.

Ketua DPP Panser Biru, Kepareng “Wareng”, menjelaskan bahwa regenerasi capo dilakukan karena capo sebelumnya dinilai sudah tidak sejalan dengan arah organisasi.

“Capo yang lama kemarin teman-teman melihat terlalu pro dengan Mas Yoyok [pemilik lama PSIS]. Makanya kami ingin pembaruan, ingin regenerasi,” ujar Wareng  saat beritajateng.tv temui di kawasan Simpang Lima, belum lama ini.

BACA JUGA: Dukung Total PSIS Semarang Kontra Persipal Palu, Panser Biru Siap Semarakkan Stadion Jatidiri

Menurutnya, proses rekrutmen dilakukan dengan mengajak anggota Panser Biru yang dinilai memiliki bakat memimpin dukungan di tribun. Hingga saat ini, telah terpilih tiga capo dan dirigen baru.

“Kami ajak anak-anak yang punya potensi untuk jadi capo. Ada tiga yang sekarang,” katanya.

Wareng menegaskan para capo dan dirigen baru harus patuh terhadap keputusan organisasi. Loyalitas terhadap garis organisasi menjadi syarat utama agar tidak terulang konflik internal seperti sebelumnya.

“Pesan kami jelas, harus manut organisasi. Kalau organisasi A ya A. Kalau organisasi tidak dukung Mas Yoyok, ya harusnya ikut [tidak dukung], bukan malah berseberangan,” tegasnya.

Capo dan Dirigen Anyar, Panser Biru Kini Punya 12 Ribu Anggota Resmi

Selain membahas regenerasi capo, Wareng juga memaparkan jumlah anggota Panser Biru yang hingga kini mencapai 12.000 anggota resmi ber-KTA. Anggota tersebut tersebar luas di berbagai daerah, tidak hanya di Jawa Tengah.

“Yang ber-KTA ada 12 ribu. Tersebar di seluruh Indonesia, ada Bali, Kalimantan juga,” ungkapnya.

Ia menambahkan, syarat menjadi anggota Panser Biru cukup melalui koordinator wilayah (Korwil) dengan pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA). Tanpa KTA, seseorang hanya berstatus simpatisan.

Terkait kondisi tim PSIS, Panser Biru menilai perombakan skuad pada bursa transfer Januari sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Seluruh tuntutan suporter kepada manajemen baru disebut telah dipenuhi.

“Kita minta rombak total pemain, ganti pemain asing, ganti pelatih, semua sudah dituruti. Bahkan fasilitas seperti bus juga sudah,” kata Kepareng.

Untuk target musim ini, Panser Biru tidak muluk-muluk. Fokus utama adalah memastikan PSIS bertahan di Liga 2.

BACA JUGA: Ungkap Kesepakatan dengan Manajemen Baru PSIS, Panser Biru Minta CEO Anyar Jauh dari Politik

“Harapan kami tahun ini bertahan di Liga 2. Tahun depan baru tuntutannya naik promosi ke Liga 1,” pungkasnya.

Sementara itu, pertandingan PSIS Semarang vs Persipal Palu yang akan digelar pada Sabtu, 3 Januari 2026 menjadi laga perdana dengan kehadiran penonton setelah boikot panjang.

Suporter setia Laskar Mahesa Jenar, Panser Biru, menyatakan kesiapan total untuk memeriahkan Stadion Jatidiri Semarang.

Laga melawan Persipal Palu ini menjadi momen emosional bagi Panser Biru, mengingat pertandingan tersebut merupakan yang pertama mereka dukung secara langsung di stadion setelah masa boikot.

Wareng mengungkapkan bahwa persiapan suporter telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir. Mulai dari pembenahan alat musik hingga latihan chant untuk memberi semangat langsung kepada tim kebanggaan Kota Semarang.

“Senang akhirnya bisa merasakan kembali ke stadion. Perasaannya senang. Harapan kami tinggi untuk PSIS bertahan di Liga 2,” ungkapnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp