Olahraga

Regenerasi Jalan, Coach Timo Sebut Timnas Putri U-16 Siap Hadapi Malaysia dan Timor Leste

×

Regenerasi Jalan, Coach Timo Sebut Timnas Putri U-16 Siap Hadapi Malaysia dan Timor Leste

Sebarkan artikel ini
Timnas Putri U-16
Pelatih Timnas U-16 Wanita, Timo Scheunemann, saat dijumpai di Stadion Universitas Diponegoro, Minggu, 10 Agustus 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Drawing Piala AFF Wanita U-16 2025, atau yang kini bernama resmi ASEAN U-16 Girls Championship 2025, telah tuntas digelar. Timnas Putri Indonesia U-16 tergabung di Grup A bersama Malaysia dan Timor Leste.

Pelatih kepala Timnas Putri U-16, Timo Scheunemann, menyebut turnamen ini menjadi pengalaman perdana bagi mayoritas anak asuhnya.

Ia menilai regenerasi berjalan positif, meski hasil besar baru akan terlihat beberapa tahun ke depan. Hal itu Timo ungkap saat beritajateng.tv jumpai di Stadion Universitas Diponegoro, Minggu, 10 Agustus 2025.

“Ini pengalaman mereka yang pertama. Jadi pemain saya di U-16 itu rata-rata umur 12-13 tahun, justru yang jago itu antara 12 sampai 14. Pemain termuda kita baru naik kelas 6 SD, tapi bisa masuk starting line up karena memang dari segi kemampuan, power, mental semuanya oke. Menunjukkan bahwa pemain yang muda ini yang bisa kita harapkan ke depannya,” kata Timo.

BACA JUGA: Kalkulasi Peluang Timnas Putri U20 Melawan Turkmenistan untuk Lolos ke Piala Asia U-20

Butuh waktu tiga tahun untuk Timnas Putri U-16 panen prestasi

Ia menyebut masa panen prestasi Timnas Putri U-16 kemungkinan baru akan tiba dalam tiga tahun ke depan. Timo menilai indikasinya sudah terlihat di level U-20.

“Waktunya kita harus sabar. Saya rasa memetik hasilnya baru sekitar tiga tahun ke depan, dan itu saya bisa lihat di U-20 juga,” ujarnya.

Di tim U-20 saat ini, ada sekitar lima pemain U-16 yang sudah menjadi starter. Menurut Timo, hal ini menjadi sinyal bahwa generasi muda punya kualitas lebih baik dibanding senior mereka.

BACA JUGA: Prediksi Line Up Timnas Putri U20, Garuda Pertiwi Muda Siap Pesta Gol 

“Bisa kelihatan bahwa yang di bawah ini yang lebih jago daripada yang di atas. Itu yang kita harapkan supaya Timnas senior ke depannya lebih bagus daripada yang ada sekarang,” kata Timo.

Ia menegaskan tujuan pembinaan adalah peningkatan kualitas yang berkelanjutan.

“Tujuan pembinaan adalah selalu menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Dimulai dengan U-16, karena itu timnas kelompok umur pertama, jadi mereka bersama saya melalui football school, belajar sepak bola dari A sampai Z,” ujarnya.

Ekosistem yang mulai terbentuk

Timo menuturkan, kompetisi berjenjang seperti MilkLife Soccer Challenge dan Pertiwi Cup menjadi penopang regenerasi pemain putri.

“Dari Pertiwi 14 pesertanya lebih banyak dan lebih bagus kualitasnya dibandingkan Pertiwi 16. Kenapa? Mereka naik dari MilkLife. Jadi ekosistemnya sudah berjalan, tapi karena dari bawah ke atas, dibutuhkan waktu. Harus sabar sampai kita memetik hasilnya. Jangan disamain dengan cowok. Kita mulai dari nol,” ujarnya.

Timo bercerita, tiga tahun lalu di Kudus hanya ada satu pemain putri yang bermain bola. Kini, jumlahnya sudah ribuan.

BACA JUGA: Prediksi Hasil Pertandingan Timnas Putri U20 Vs Turkmenistan, Garuda Pertiwi Muda Siap Ledakkan Thuwunna

“Kita tiga tahun lalu mulai di Kudus, satu pemain cewek main bola. Sekarang ada 2.200 di Kudus. Sekarang delapan kota, tahun lalu 18.000 pemain cewek. Itu dari nol. Kita harus datengin sekolah, bicara dengan kepala sekolah, Dinas Pendidikan. Harus bilang bahwa ini sesuatu yang sangat positif,” kata Timo.

Menurutnya, semakin banyak sekolah yang ikut, semakin banyak pula talenta yang terpantau.

“Semua itu butuh waktu karena kita babat alas tiga tahun lalu. Betul-betul mulai dari nol. Ekosistemnya kita bina. Kita sudah mulai melihat tinggal tunggu, menurut saya sekitar tiga tahun lagi kita bisa memetik hasilnya,” ujarnya.

Sulit baca kekuatan lawan di kelompok umur

Terkait komposisi tim, Timo menegaskan 24 pemain saat ini belum final. Besok, tim akan menjalani laga uji coba melawan Solo Women untuk menentukan tambahan pemain.

“Ada tambahan. Kita masih melihat. Dari situ kita melihat siapa yang kita butuhkan, kita tarik dari U-20. Itu masih tanda tanya,” katanya.

Soal Malaysia dan Timor Leste, Timo mengaku sulit membaca kekuatan lawan di kelompok umur.

“Itu pertanyaan misterius karena di kelompok umur kita sulit menjawabnya. Setiap tahun berbeda kualitasnya. Tiba-tiba ada bintang. Jadi yang penting kita berikan yang terbaik,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp