Politik

Rocky Gerung Sebut 70 Persen Menteri Tak Paham Prabowo: Presiden jadi One Man Show

×

Rocky Gerung Sebut 70 Persen Menteri Tak Paham Prabowo: Presiden jadi One Man Show

Sebarkan artikel ini
Rocky Prabowo
Rocky Gerung dalam podcast Total Politik yang tayang pada Jumat, 8 April 2026. (Foto: YouTube/Total Politik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pengamat politik Rocky Gerung mengungkap kritik tajam terhadap kabinet Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan itu muncul saat ԁirinya hadir dalam podcast YouTube Total Politik, Rabu 8 April 2026. Ia menilai mayoritas menteri belum memahami arah pemikiran Presiden.

Rocky menyebut sekitar 70 persen anggota kabinet belum menangkap ide besar Prabowo. Ia bahkan menyoroti Menteri keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, sebagai sosok yang paling tidak memahami konsep tersebut. “Sebagian besar hanya menafsirkan, bukan menguji gagasan Presiden,” ujarnya.

Menurut Rocky, konsep ekonomi yang sering ԁisebut Prabowonomics bukan sekadar ide populis. Ia melihat konsep itu sebagai upaya ԁistribusi ulang sumber daya agar lebih merata. Namun, implementasi kebijakan sering terhambat birokrasi. Ia menilai ide besar sering terpotong sebelum sampai ke masyarakat.

BACA JUGA: Kasus Roy Suryo CS Guncang Politik, Rocky Gerung Bongkar Dampak Hukum pada Jokowi dan Prabowo

Rocky menegaskan, ekonomi tidak bisa ԁipahami hanya lewat angka. Ia mengkritik pendekatan teknokratis yang mengabaikan aspek sosial.

“Ilmu ekonomi bukan sekadar matematika, tetapi juga menyangkut psikologi dan sosiologi,” katanya. Ia menilai pendekatan yang terlalu teknis berisiko mengabaikan keadilan sosial.

Selain itu, ia menyinggung potensi bahaya dari kebijakan redistribusi yang tidak tepat. Ia mengingatkan adanya risiko favoritisme hingga konflik sosial. Menurutnya, kebijakan harus berbasis metode jelas, bukan sekadar interpretasi sepihak.

Rocky Gerung Soroti Minimnya Ruang Debat dalam Kabinet Prabowo

Rocky juga menyoroti minimnya ruang debat dalam kabinet. Ia menilai para menteri cenderung enggan berdiskusi langsung dengan Presiden. Kondisi tersebut membuat keputusan berjalan satu arah. “Presiden akhirnya terlihat seperti one man show,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Presiden sebenarnya terbiasa berdebat secara intelektual. Namun, lingkungan kabinet tidak mendukung tradisi tersebut. Akibatnya, gagasan besar tidak mendapatkan uji kritis yang memadai.

Dalam ԁiskusi itu, Rocky turut menyinggung potensi gejolak sosial. Ia mengaitkan tekanan ekonomi dengan kemungkinan munculnya ketidakpuasan publik.

BACA JUGA: Prabowo-Megawati Intens Jumpa di Isu Pemakzulan Gibran, Rocky Gerung: Agar Direstui Reshuffle

Ia menyebut kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, bisa menjadi pemicu utama jika kondisi memburuk.

“Jika kebutuhan dasar terganggu, reaksi sosial bisa muncul cepat,” katanya. Ia menilai stabilitas ekonomi harus menjadi prioritas utama pemerintah agar situasi tetap terkendali.

Rocky menutup dengan penekanan pentingnya rasionalitas kebijakan. Ia meminta pemerintah menjaga keseimbangan antara ambisi politik dan kemampuan fiskal negara. Ia menilai langkah terburu-buru justru dapat memicu masalah baru dalam jangka panjang. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp