SEMARANG, beritajateng.tv – Semarak HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Saloka Theme Park menggelar lomba panjat pinang massal untuk warga se-Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Minggu, 18 Agustus 2025.
Sebanyak 16 tim yang mewakili desa/kelurahan di Kecamatan Tuntang ambil bagian dalam lomba panjat pinang ini. Setiap dua tim memperebutkan berbagai hadiah pada satu tiang panjat pinang.
“Jadi total ada delapan tiang pinang dalam lomba ini,” jelas General Manager (GM) Saloka Theme Park, Hariyanto, di sela kegiatan lomba panjat pinang.
Ia menjelaskan, pemilihan panjat pinang karena merupakan lomba rakyat yang filosofinya kuat. Di mana untuk mencapai kesuksesan harus ada perjuangan, pengorbanan, dan kerja sama yang solid.
BACA JUGA: HUT ke-80 RI Meriah dan Istimewa, Pemkot Semarang Hadirkan Pengawal Bung Karno
Kerja sama terwujud oleh anggota tim dari bawah hingga atas; semua bagian tim harus kuat dan solid. Mereka juga harus berkorban tidak takut kotor dan yang bawah harus bisa menopang yang di atas.
Selain itu, lomba panjat pinang ini juga sangat menghibur, tidak hanya bagi peserta namun juga para pengunjung Saloka Theme Park. Sebab, lomba seperti ini juga mulai jarang terselenggara.
“Ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan dan nantinya akan berlanjut sebagai agenda lomba tahunan, setiap memperingati HUT Kemerdekaan RI,” tegas Hariyanto.
Hadiah-hadiah lomba panjat pinang massal Saloka Theme Park Semarang
Sementara itu, selama pelaksanaan lomba, setiap tim berusaha menggapai berbagai hadiah yang tergantung di pucuk tiang setinggi hampir delapan meter dan licin karena berlumur pelumas.
Usaha mereka berulang kali harus gagal karena licinnya tiang pinang yang mesti mereka panjat. Namun, mereka justru tertantang dan semakin bersemangat untuk menaklukkan.
Muhajir (34), salah seorang peserta dari tim Calombo, Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, mengatakan ia dan timnya sangat tertantang dalam lomba panjat pinang kali ini.
BACA JUGA: Peringati HUT ke-80 RI, Ahmad Luthfi Sebut Tak Boleh Paksakan Kehendak: Nyawa Jateng Itu Tepo Sliro
Ia menyebut hadiahnya lumayan, ada sepeda, uang tunai, dan sejumlah barang lain yang menarik. Terlebih, timnya merupakan juara bertahan untuk lomba panjat pinang Saloka pada tahun lalu.
“Kalau satu tim lima orang sangat susah, karena sangat licin pinangnya, tapi kalau enam orang saya yakin tidak butuh waktu lama untuk mencapai puncak dan mengambil hadiah,” jelasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





