Di lain pihak, Mu’ti juga menyinggung bahasa daerah yang terancam punah. Karena itu, ia mengimbau keluarga di Indonesia untuk tetap menggunakan bahasa daerah.
Menurutnya, bahasa daerah tak sekadar alat komunikasi, tetapi juga merupakan alat untuk menanamkan tata krama dan budi pekerti sejak di lingkungan keluarga.
Sehingga, jika di keluarga disiplin menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah, kata Mu’ti, maka itu bagian dari melestarikan kekayaan budaya bangsa Indonesia.
“Contohnya adalah bahasa Jawa, yang di dalamnya juga mengajarkan tentang nilai-nilai tata krama di dalam keluarga dan juga di lingkungan masyarakat,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





