Pendidikan

Sarasehan Hari Santri, SMAN 1 Semarang Gelar Doa Bersama untuk Siswa dan Guru

×

Sarasehan Hari Santri, SMAN 1 Semarang Gelar Doa Bersama untuk Siswa dan Guru

Sebarkan artikel ini
Kiai Fahrurrozi saat memberikan tausiah dalam acara Sarasehan memperingati Hari Santri Nasional (HSN) di SMAN 1 Semarang, Jumat, 23 Oktober 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Kiai Fahrurrozi saat memberikan tausiah dalam acara Sarasehan memperingati Hari Santri Nasional (HSN) di SMAN 1 Semarang, Jumat, 23 Oktober 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – SMAN 1 Semarang menggelar pengajian dan sarasehan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendoakan kemajuan sekolah, kesejahteraan rohani guru dan karyawan.

Kepala SMAN 1 Semarang, Noor Taufik Saleh, mengatakan, kegiatan juga diisi dengan doa bersama untuk para siswa yang akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi 430 siswa kelas 12. TKA rencananya pada 26-29 Oktober dan 2-5 November 2026.

“Kami juga mendoakan siswa-siswa kelas 12 yang dalam rangka persiapan TKA, kemudian Bapak Ibu guru, karyawan,” kata Taufik saat ditemui usai acara, Jumat, 23 Oktober 2026.

Menurutnya, sekolah telah melakukan berbagai persiapan akademik untuk membantu siswa menghadapi TKA. Upaya tersebut meliputi bimbingan dari guru, pembelajaran tambahan pada jam ke-0, hingga pemadatan materi pelajaran selama satu minggu.

BACA JUGA: Pendiri MathCityMap asal Universitas Goethe Frankfurt Jerman Sambangi SMPN 7 Semarang, jadi Sekolah Mitra Pertama di Asia

Taufik berharap ikhtiar tersebut dapat memberikan hasil maksimal sehingga siswa mampu mencapai nilai sesuai harapan. Selanjutnya memiliki peluang lebih baik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Semoga hasilnya semaksimal mungkin bisa baik sesuai yang jadi harapan. Semoga anak juga bisa diterima di perguruan tinggi atau sesuai dengan yang dia inginkan,” katanya.

Selain pengajian untuk guru dan karyawan, sekolah juga menggelar kegiatan keagamaan khusus bagi siswa kelas 12. Kegiatan tersebut meliputi istigasah, salat hajat, salat Duha, dan doa bersama sebagai bagian dari persiapan menghadapi ujian.

Perkuat Adab dan Kebersamaan Guru

Pengajian dan sarasehan tersebut juga menjadi ruang bagi guru dan karyawan untuk menyegarkan kembali semangat dalam menjalankan tugas di sekolah.

Taufik menilai, selain kemampuan akademik, nilai adab dan sikap saling menghormati perlu terus ada penguatan dalam lingkungan pendidikan.

Hal itu mencakup hubungan antara guru senior dan guru muda serta upaya membangun sinergi untuk memajukan sekolah.

BACA JUGA: Kasus Perundungan Aqib Siswa SD di Pemalang, Mendikdasmen Akui Aturan di Sekolah Belum Sepenuhnya Berjalan

Taufik bilang, kegiatan bersama dapat menjadi kesempatan bagi para guru dan karyawan untuk berinteraksi di luar rutinitas pekerjaan sehari-hari.

“Ini juga untuk me-refresh karena setiap hari berkutat dengan akademik. Kadang ada gesekan-gesekan, sehingga perlu bersama-sama untuk menjadi lebih baik,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapatkan tausiah dari Kiai Fahrurrozi. Materi yang dia sampaikan antara lain berkaitan dengan adab, unggah-ungguh, dan tepa selira dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: Aqib Ungkap Ciri-ciri 3 Terduga Pelaku Perundungan, Ibu: Yang Ketiga Tunjuk Kaus Hitam 

Ke depan, Taufik berharap pengajian dan sarasehan bagi guru serta karyawan dia harapkan dapat menjadi kegiatan yang berkelanjutan. Selain memperkuat sisi rohani, kegiatan bersama tersebut dia harapkan menjaga kebersamaan seluruh warga sekolah. (*)

Editor: Diaz A Abidin

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp