Jateng

Satu Tahun Agustina-Iswar Pimpin Semarang, Lima Pilar Jadi Fondasi Menuju Kota Hebat

×

Satu Tahun Agustina-Iswar Pimpin Semarang, Lima Pilar Jadi Fondasi Menuju Kota Hebat

Sebarkan artikel ini
Satu Tahun Agustina-Iswar Pimpin Semarang, Lima Pilar Jadi Fondasi Menuju Kota Hebat
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti dan Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin memaparkan capaian satu tahun kepemimpinannya. (Ellya/beritajateng.tv)

“Saya mengakui, memimpin kota dengan kerumitan infrastruktur air seperti Semarang membutuhkan pemahaman yang luar biasa. Kami menyiapkan roadmap khusus untuk mengendalikan banjir dengan mengurangi debit air melalui kolam retensi kecil di lahan aset pemkot. Air akan kami patah-patahkan jalurnya sebelum sampai ke muara agar genangan bisa kami kendalikan,” jelasnya.

BACA JUGA: Walikota Agustina Tegaskan Penguatan Program Lingkungan Atasi Mikroplastik

Langkah tersebut akan berfokus pada optimalisasi aset pemerintah kota sebagai bagian dari solusi jangka panjang pengendalian banjir di Semarang.

Pada pilar Semarang Bersih, Agustina menekankan komitmen terhadap tata kelola pemerintahan berbasis meritokrasi.

Pemerintah Kota Semarang meraih penghargaan Manajemen Talenta dari Badan Kepegawaian Negara, yang menjadi indikator pembenahan sistem birokrasi.

Sementara itu, pilar Semarang Sehat dan Semarang Cerdas tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia yang menyentuh angka 85,80, tertinggi di Jawa Tengah.

Peningkatan itu didorong oleh bertambahnya 228.859 peserta Universal Health Coverage serta program sekolah swasta gratis bagi warga kurang mampu.

Agustina juga menyoroti penguatan literasi digital melalui aplikasi Sibuki yang terhubung dengan Ipusnas milik Perpustakaan Nasional. Warga kini dapat mengakses koleksi buku digital secara gratis.

“Kami ingin akses bacaan terbuka seluas-luasnya. Tahun 2026, Semarang akan memiliki perpustakaan baru yang buka hingga pukul 21.00 WIB. Anak-anak bisa belajar di luar jam sekolah dengan fasilitas yang layak,” ujarnya.

Terkait program dana operasional Rp25 juta per RT yang menjadi perhatian publik, Agustina memastikan kebijakan tersebut tetap berjalan. Namun, ia menegaskan pengucuran anggaran dilakukan dengan prinsip kehati-hatian agar stabilitas fiskal daerah tetap terjaga.

“Dana operasional RT tetap kami gulirkan karena sangat ditunggu masyarakat untuk kegiatan produktif. Tim TAPD sedang menghitung kekuatan fiskal. Target kami dalam satu hingga dua minggu ke depan sebelum Lebaran sudah ada kepastian. Kami ingin warga punya peran langsung menyelesaikan persoalan kecil di lingkungannya,” pungkasnya.(*)

 

Editor: Elly Amaliyah