“Saya kembalikan koordinasi ke anak anak, kekompakannya lagi, dan saya juga bilang ke anak-anak selain latihan sama saya, saya kembalikan ke SSB-nya masing masing. Di situ bisa belajar sama saya dan juga bisa belajar sama pelatih lain untuk meningkatkan kualitas dan koordinasi untuk mereka,” pungkas Bagas.
SDN Klepu 03 menang hattrick di KU-10 Milklife Soccer Challenge Seri 1 Semarang
Sementara itu, Final KU-10 MilkLife Soccer Challenge Seri 1 Semarang mempertemukan SDN Klepu 03 dan SD Nasima.
Sejak peluit pertama wasit, pemain Shakila Azalia Ardani dan rekan-rekannya langsung menekan pertahanan lawan. SD Nasima sempat membalas lewat serangan balik untuk menahan gempuran.
Gol pembuka lahir di menit ke-5 saat kiper Nasima, Afiqah Nabila Shafiyya Rahman, gagal mengamankan bola. Shakila memanfaatkan peluang itu dengan sepakan kaki kanan yang merobek gawang lawan. Unggul 1-0 membuat Klepu makin percaya diri.
BACA JUGA: Berlangsung Ketat, Ribuan Siswi SD di Semarang Ikuti Turnamen Milklife Soccer Challenge 2025
Menjelang akhir babak pertama, Shakila menambah gol lewat tendangan bebas, menutup paruh pertama dengan skor 2-0.
Usai jeda, tim asuhan pelatih Althariq Bagus Istianto tampil semakin agresif. Penguasaan permainan hingga akhir laga membuahkan dua gol tambahan, lagi-lagi dari kaki Shakila. Skor 4-0 mengunci gelar juara ketiga beruntun bagi Klepu 03.
“Kemenangan ini layak mereka dapatkan berkat hasil kerja keras dan latihan rutin. Tentu gelar juara ini tidak membuat kami terlena, tim kami akan terus berlatih memperbaiki diri hingga menjadi yang terbaik,” kata Althariq.
Pelatih Timo Scheunemann apresiasi pesatnya kemampuan pemain perempuan muda
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, mengaku senang melihat perkembangan para pemain.
“Saya sangat senang karena pemain yang sudah kita pilih, yang berada dalam pantauan kita, yang sudah ikut extra training, itu berkembang. Jadi terkadang saya lihat ini sudah ikut extra traning belum ya? Ternyata sudah, karena sedemikian berkembangnya seperti terlihat pemain baru,” tutur Timo.





