Politik

Sebut Jateng Selalu Dihina Provinsi Termiskin di Pulau Jawa, Sudaryono: Pak Luthfi Gak Mau Ngene-ngene Wae

×

Sebut Jateng Selalu Dihina Provinsi Termiskin di Pulau Jawa, Sudaryono: Pak Luthfi Gak Mau Ngene-ngene Wae

Sebarkan artikel ini
Prabowo Jawa Tengah Kemiskinan Jateng
Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, usai menghadiri Apel Kemenangan Pilkada Jawa Tengah di UTC Hotel Kota Semarang, Minggu, 8 Desember 2024. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Partai Gerindra Jateng menegaskan Gubernur Jawa Tengah terpilih, Ahmad Luthfi, mesti mampu membawa perubahan nyata untuk mengurangi kemiskinan di provinsi ini.

Pernyataan ini Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Sudaryono, sampaikan pada Apel Kemenangan Pilkada Jateng yang berlangsung di Kota Semarang, Minggu, 8 Desember 2024.

Sudaryono menyampaikan keprihatinannya atas stigma bahwa Jawa Tengah sering dianggap sebagai provinsi termiskin di Pulau Jawa.

BACA JUGA: Soal Program Unggulan, Gubernur Jateng Terpilih Ahmad Luthfi: Sabar Dulu, Tunggu Penetapan

“Selalu diolok-olok bahwa Jawa Tengah ini menjadi provinsi paling miskin di Pulau Jawa. Jadi, harus ada akselerasi, itu yang kami inginkan,” ucap Sudaryono.

Ahmad Luthfi juga menyatakan komitmennya untuk memperbaiki kondisi Jawa Tengah, yang menurutnya membutuhkan terobosan baru.

“Tadi Pak Luthfi nyebut ngene-ngene wae (gini-gini saja), kita enggak mau ngene-ngene wae (gini-gini saja) terus. Pengennya ada perubahan ke arah yang lebih baik,” katanya.

Tak hanya masalah kemiskinan, Jateng juga masih menanggung isu stunting

Pada kesempatan tersebut, perhatian tidak hanya tertuju pada masalah kemiskinan, tetapi juga pada isu stunting yang menjadi salah satu persoalan utama di Jawa Tengah. Gerindra berharap kedua isu ini mendapatkan perhatian serius dari gubernur terpilih.

“Saya kira kami dari Gerindra memberikan masukan kepada Pak Luthfi. Apa pun pengentasan kemiskinan di Jateng menjadi prioritas, apakah itu stunting apakah itu kemiskinan,” tambah Sudaryono.

Sementara itu, Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa program-programnya akan berjalan seiring dengan visi pemerintah pusat hingga ke tingkat desa.

BACA JUGA: Effendi Gazali Ungkap Peran Vital Sudaryono di Balik Kemenangan Luthfi-Yasin Pilkada 2024

“Kami sedang membentuk tim peralihan. Jadi, dalam tiga minggu ini kami bentuk tim peralihan, baik dari parpol pengusung, sukarelawan, dan civitas academica untuk membahas. Begitu pada saat hari-H kami sudah running terkait dengan program-program,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Luthfi masih menunggu penetapan hasil resmi Pilkada dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah.

“Kami menunggu penetapan dari KPU. Meskipun dari penghitungan [cepat] kemarin 59,7 persen, tetapi secara legitimate kan masih berproses. Artinya kami nunggu KPU kapan akan menetapkan. Sabar aja,” tandas Luthfi. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp