Gaya Hidup

Sedang Tayang di Bioskop! Cek Review Film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu

×

Sedang Tayang di Bioskop! Cek Review Film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu

Sebarkan artikel ini
film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu
Poster film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu. (instagram/@refalhadylines)

SEMARANG, beritajateng.tv – Akhirnya, film bioskop berjudul Cinta Tak Pernah Tepat Waktu tayang di bioskop sejak 13 Februari kemarin.

Kisah dalam film ini adaptasi dari sebuah novel berjudul Puthut EA. Para penonton akan menyaksikan bagaimana kisah cinta seorang penulis yang begitu kompleks.

Tertarik buat nonton? Simak berikut informasi seputar review dari film tersebut.

Review Film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu

Penggunaan aspek rasio gambar dalam film ini sangat mencolok. Ternyata, penyempitan layar yang terjadi saat transisi adegan justru memperindah dan menambah kedalaman dramatis pada visualnya.

Meskipun bukan sepenuhnya karya Hanung Bramantyo, ia telah menjelaskan bahwa permainan aspek rasio ini merupakan hasil kolaborasi dengan tim produksi lainnya.

BACA JUGA: Film Religi tentang Poligami, Begini Pesan Moral yang Terdapat di Pintu Pintu Surga

Selain itu, penonton juga akan terpesona dengan desain set yang menarik, terutama pada set kamar kos Daku.

Sinematografi dalam film ini pun berhasil menangkap keindahan alam pada berbagai lokasi, yang membuat penonton merasa seolah-olah ikut untuk beristirahat sejenak.

Film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu memiliki alur cerita yang cukup sederhana, namun inti dari film ini terasa lebih menarik karena disajikan dari perspektif pria.

Cerita tentang karakter Daku yang sering dipaksa untuk segera menikah, serta ketakutannya terhadap komitmen, berpotensi mengundang emosi penonton, bahkan membuat pria merasa terkait dengan situasi tersebut.

Meski demikian, ketika penonton lebih mendalami film ini. mereka akan menemukan banyak pesan mendalam tentang cinta dan kehidupan.

Terutama bagi mereka yang sedang berjuang untuk cinta sejati.

BACA JUGA: Promo Spesial di Reza Kaca Film Semarang, Hanya Rp 1,5 Juta Dapat Bonus!

Kesuksesan sebuah film tidak terlepas dari peran para aktor di dalamnya. Refal Hady, yang memerankan karakter Daku, berhasil menunjukkan akting yang kuat sebagai pria dengan sifat “red flag” dan pemikiran yang rumit.

Chemistry-nya dengan pemain lain, terutama Slamet Rahardjo dan Dewi Irawan yang berperan sebagai orangtua Daku, juga sangat terlihat kuat.

Meskipun hubungan mereka terbilang cukup sederhana, problematika love-hate antara keluarga ini mampu menyentuh perasaan penonton. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp