Jateng

Sedimentasi Parah, Giliran Warga Candirejo Khawatir Sungai Kedungringis Meluap

×

Sedimentasi Parah, Giliran Warga Candirejo Khawatir Sungai Kedungringis Meluap

Sebarkan artikel ini
sungai kabupaten semarang
Kondisi permukaan air sungai Kedungringis, di wilayah Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang nyaris rata dengan jalan di atas tanggul, Kamis, 4 Desember 2025 sore. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Setelah sungai Panjang di Desa Bejalen Kecamatan Ambarawa, kondisi sungai Kedungringis di Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang, juga warga keluhkan.

Akibat sedimentasi yang parah, warga di sejumlah dusun mulai khawatir dan mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) Candirejo mendesak pihak terkait untuk melakukan penanganan.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Candirejo, Tri Gunawan Setiadi, yang dikonfirmasi di Kantor Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jumat, 5 Desember 2025.

Menurutnya, sungai Kedungringis di Kecamatan Tuntang dengan sungai Panjang di wilayah Kecamatan Ambarawa memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda.

Alirannya melintas di beberapa wilayah desa/kelurahan dan bermuara di danau Rawapening. “Kalau sungai Kedungringis berhulu di wilayah Kota Salatiga,” katanya.

BACA JUGA: Fort Willem I Ambarawa Makin Elok, Menteri AHY: Bisa Jadi Kekuatan Pariwisata Baru Berskala Dunia

Berdasarkan peta rawan bencana Desa Candirejo, jelasnya, ada beberapa dusun masuk kategori rawan bencana. Seperti Dusun Kintelan Lor sampai dengan Dusun Kumpulrejo.

Karena dusun-dusun tersebut dilalui oleh aliran sungai Kedungringis. Sehingga menjadi skala priorotas dalam upaya kewaspadaan bencana luapan sungai.

Terlebih pada tahun 2020 lalu pernah terjadi bencana banjir bandang di Desa Candirejo dengan dampak terparah dirasakan warga yang ada di lingkungan Dusun Kumpulrejo.

Karena Dusun Kumpulrejo merupakan dusun paling rendah di wilayah Desa Candirejo, yang berdekatan langsung dengan kawasan genangan danau Rawapening.

Kerugian materi bencana banjir bandang

Tri Gunawan juga menyampaikan, walaupun tidak sampai mengakibatkan korban jiwa bencana banjir bandang tahun 2020 tersebut mengakibatkan kerugian materi yang tidak sedikit.

Karena di Dusun Kumpulrejo banyak rumah warga yang terdampak kerusakan. “Baik itu rusak berat, sedang maupun rusak ringan, belum lagi lahan pertanian,” jelas Tri Gunawan.

Penyebabnya, selain curah hujan yang memang sangat tinggi, saat itu sedimentasi sungai Kedungringis juga cukup parah. Sehingga sungai tidak optimal dalam menampung debit air.

Karena lonjakan debit air cukup signifikan dan kemampuan sungai tidak mampu lagi menampung air, akhirnya meluap menyapu pemukiman Dusun Kumpulrejo.

Untuk kondisi saat ini, masih jelas Tri Gunawan, sedimentasi sungai Kedungringis, mulai dari kawasan hulu hingga hilir sudah sangat mengkhawatirkan lagi.

Saat hujan deras, permukaan air sungai sudah nyaris rata dengan ketinggian tanggul. Selain pemukiman di sisi kanan dan kiri tanggul juga hamparan lahan persawahan yang sangat luas.

Sehingga wajar jika warga mulai mengkhawatirkan, terlebih mereka yang ada di lingkungan Dusun Kumpulrejo dan Dusun Kintelan Lor.

“Bagaimana pun, warga juga masih trauma dengan peristiwa banjir bandang tahun 2020 lalu. Saat tempat tinggalnya kena terjangan air luapan sungai,” tambahnya.

BACA JUGA: Tambah Nuansa Heritage, Mobil Antik Mejeng di Fort Willem I Ambarawa, Ada Bekas Presiden Soekarno!

Oleh karena itu, ia juga mengharapkan segera ada penanganan dari pihak terkait, yakni Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana selaku pemangu kepentingan.

Terlebih saat ini belum masuk puncak musim penghujan. “Namun setiap hujan deras turun air sungai Kedungringis sudah mengkhawatirkan dan warga mulai was-was,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp