Jateng

Penasaran Sejarah Stasiun Semarang Tawang? Ini Riwayatnya yang Tak Lekang oleh Banjir

×

Penasaran Sejarah Stasiun Semarang Tawang? Ini Riwayatnya yang Tak Lekang oleh Banjir

Sebarkan artikel ini
Sejarah Stasiun Semarang Tawang
Sejarah Stasiun Semarang Tawang merentang panjang sejak zaman Belanda hingga saat ini, namun stasiun tersebut tetap tak luput dari masalah. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pekan terakhir bulan Ramadhan, tradisi mudik bagi umat Muslim terus menjadi topik hangat. Salah satu moda transportasi yang menjadi pilihan favorit untuk mudik adalah kereta. Apalagi jika tengah naik kereta dan penasaran terhadap riwayatnya. Berikut ini bakal ada penjelasan sejarah Stasiun Semarang Tawang.

Di Semarang sendiri terdapat dua stasiun aktif, yaitu Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Semarang Poncol. Stasiun Semarang Tawang adalah salah satu stasiun kereta api yang menjadi pusat perhatian, dan ada klaim bahwa ia menjadi salah satu stasiun tersibuk di Indonesia. Sejarah Stasiun Semarang Tawang pun telah merentang sejak zaman Belanda hingga kini.

Stasiun itu sendiri terletak di Jalan Tawang Nomor 1, Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Sejarah Stasiun Semarang Tawang memiliki riwayat yang panjang dan menarik.

Menurut sejarah Stasiun Semarang Tawang merupakan salah satu stasiun kereta api yang cukup tua di Indonesia. Jawatan kereta api ini mulai beroperasi pada tahun 1867, saat jalur kereta api pertama di Pulau Jawa, yaitu jalur kereta api Semarang-Solo, resmi buka oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Stasiun tersebut juga menjadi titik awal dari jalur kereta api Semarang-Yogyakarta yang resmi pada tahun 1887. Stasiun Semarang Tawang kini dalam pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi IV Semarang, yang melayani rute kereta api antara Semarang dengan berbagai kota besar di Pulau Jawa.

Sejarah Stasiun Semarang Tawang Panjang, Namun Tak Luput dari Masalah

Memiliki sejarah panjang, Stasiun Semarang Tawang tak terlepas dari beberapa masalah, salah satunya adalah kerapnya stasiun mengalami banjir. Terbaru, Stasiun Semarang Tawang terendam banjir pada akhir tahun 2022 lalu.

Tjahjono Rahardjo, sejarawan Kota Semarang mengatakan bahwa masalah banjir di Stasiun Semarang Tawang sudah terjadi sejak lama. Meski kerap terkena banjir, Tjahjono menjelaskan bahwa merenovasi atau mengangkat Stasiun Semarang Tawang tampaknya sulit terealisasi.

Hal tersebut Tjahjono sampaikan berdasarkan status Stasiun Semarang Tawang yang merupakan cagar budaya.

“Stasiun tawang itu cagar budaya, tidak bisa banyak dilakukan perubahan. Walaupun antara cagar budaya akan kalah dengan keselamatan perjalanan kereta api, tapi memang agak susah karena itu bangunan cagar budaya,” jelasnya kepada awak beritajateng.tv di Gedung Monod Diephuis, Minggu (16/4/2023).

Bahkan, menurut Tjahjono pernah ada wacana untuk menutup Stasiun Semarang Tawang dan memindahkan operasional ke Stasiun Alastua karena seringnya Stasiun Semarang Tawang terendam banjir. Tetapi wacana tersebut belum terlaksana hingga saat ini.

Meskipun begitu, Stasiun Semarang Tawang tetap menjadi salah satu tempat penting bagi para pemudik yang memilih kereta api sebagai moda transportasi untuk mudik. PT KAI terus berupaya memberikan pelayanan dan kemudahan guna mendukung kenyamanan penumpang.

Menurut prediksi Stasiun Semarang Tawang akan melayani ribuan pemudik kereta api setiap harinya, baik dari Semarang maupun menuju Semarang. Puncak arus mudik kemungkinan bakal terjadi pada tiga hari sebelum lebaran, atau mulai Rabu (19/4) hingga Kamis (20/4) mendatang. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp