Ketua DPRD Jateng Sumanto tegaskan pentingnya menjaga sumber air
Momentum Bulan Bung Karno menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa tidak hanya berbicara tentang kemajuan ekonomi dan infrastruktur. Tetapi juga tentang bagaimana manusia menjaga hubungan harmonis dengan alam. Dalam berbagai pidatonya, Bung Karno selalu menekankan pentingnya cinta tanah air yang terwujud melalui tindakan nyata. Bagi Sang Proklamator, tanah air bukan sekadar wilayah geografis, melainkan ruang kehidupan yang harus terawat dan terjaga keberlangsungannya.
Semangat itulah yang tercermin dalam kegiatan Merawat Pertiwi. Menurut Sumanto, menanam pohon pada kawasan hulu sungai merupakan bentuk gotong royong modern yang menjawab tantangan zaman. Jika dahulu Bung Karno menggerakkan rakyat untuk membangun bangsa melalui persatuan dan kerja bersama, maka saat ini semangat yang sama terwujud melalui aksi pelestarian lingkungan demi menghadapi ancaman perubahan iklim, krisis air, dan degradasi ekosistem.
BACA JUGA: Hari Kebangkitan Nasional, Sumanto Soroti Pentingnya Peningkatan Kualitas Demokrasi
“Bung Karno juga kerap mengingatkan bahwa manusia tidak boleh tercerabut dari akar kehidupannya. Alam Indonesia yang kaya merupakan anugerah yang harus kita kelola secara bijaksana. Kerusakan lingkungan pada akhirnya akan kembali merugikan manusia sendiri. Karena itu, menjaga hutan, sumber mata air, dan kawasan resapan merupakan bagian dari upaya menjaga masa depan bangsa,” katanya.
Para petani dan relawan tampak bergantian menanam bibit pohon pada sepanjang area sungai. Demikian juga sejumlah petugas TNI dan Polri yang hadir. Hadir dalam kegiatan itu, anggota DPRD Kabupaten Karanganyar, Eko Pujianto. Setiap lubang tanam yang ditutup kembali dengan tanah menjadi simbol komitmen untuk menjaga keseimbangan alam. Bibit-bibit yang hari ini masih kecil, harapannya tumbuh menjadi pohon besar yang kelak menaungi kawasan hulu, menyimpan cadangan air, serta menjaga kelestarian ekosistem lereng Gunung Lawu.





