BLORA, beritajateng.tv – Pondok Pesantren Baitul Hikmah Cabak, Jiken, Blora, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat dan meriah.
Menariknya, dalam acara yang terhadiri oleh santri dan masyarakat setempat, sebanyak 168 tumpeng tersajikan sebagai wujud rasa syukur dan simbol kebersamaan.
Prosesi peringatan Maulid Nabi tahun ini berawal dengan pembacaan sholawat, lanjut dengan pembacaan Maulid Diba’, serta Mahalul Qiyam.
Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Pengasuh Ponpes Baitul Hikmah, KH. Masgud. Dalam sambutannya, KH. Masgud menyampaikan bahwa tradisi tumpengan merupakan simbol keberkahan dan rasa syukur atas segala nikmat dari Allah SWT.
BACA JUGA: Semarak Maulid Nabi di Magelang, Warga Kibarkan Atribut Bendera Besar Sembari Bersalawat
“Jumlah 168 tumpeng ini melambangkan semangat kebersamaan, di mana setiap tumpeng nantinya akan dibagikan kepada santri, jamaah, dan masyarakat,” ungkapnya, Senin, 8 September 2025.
Ia juga berdoa agar semua yang hadir, khususnya masyarakat Cabak, di berkahi dengan rizki yang melimpah dan kehidupan yang aman.
Apresiasi dari Bupati Blora
Bupati Blora, Arief Rohman, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi pelaksanaan peringatan Maulid Nabi di Desa Cabak yang semakin meriah setiap tahunnya.
“Ini luar biasa! Jumlah tumpengnya meningkat, tahun depan bisa jadi 200, dan saya ikut bawa tumpengnya,” tegas Bupati.
Ia menekankan pentingnya melestarikan kegiatan seperti ini untuk menjaga kebersamaan dan kekeluargaan di masyarakat.
BACA JUGA: Rekomendasi 3 Tempat Wisata Hits di Cilacap, Siap Liburan Long Weekend Maulid Nabi 2024
Kepala Desa Cabak, Ngadenan, juga menyampaikan terima kasih atas partisipasi masyarakat yang semakin meningkat setiap tahun.
“Tumpeng ini juga melibatkan santri dari Sale, Rembang, dan tahun ini meningkat menjadi 168 tumpeng dari sebelumnya 154. Ini adalah bentuk guyub rukun warga,” terangnya.
Acara ditutup dengan pembagian tumpeng yang disambut antusias oleh seluruh hadirin, menandakan kebersamaan dan rasa syukur yang terpancar di wajah setiap peserta. (*)
Editor: Farah Nazila





