SEMARANG, beritajateng.tv – Pertandingan seru antara Mitra Devata melawan Semarang Old Star 55++ telah berlangsung di Lapangan Bali United Training Centre, Gianyar, Bali, pada Sabtu lalu.
Laga ini menghadirkan nostalgia lewat aksi para legenda sepak bola dari Bali dan Semarang. Hasil akhir, Mitra Devata unggul dengan skor 4-2.
Mitra Devata tampak kokoh dengan sejumlah mantan pemain nasional dan klub legendaris, seperti kiper I Gusti Putu Yasa (eks Persebaya), Made Pasek Wijaya (eks Pelita Jaya), dan Wayan Gangga Mudana (eks Persija).
BACA JUGA: PSIS Semarang Batal Gelar Laga Uji Coba Jelang Lawan Persik Kediri, Agius: Tak Ada Lawan yang Siap
Sementara itu, Semarang Old Star menghadirkan sosok seperti Achmad Muhariyah dan Budiawan Hendratno, legenda hidup PSIS Semarang.
Laga berjalan atas pimpinan Agus Joni Arta, wasit nasional, dengan durasi tiga babak (3 x 30 menit).
Laga tak biasa Semarang Old Star 55++ versus Mitra Devata
Semarang Old Star memimpin lebih dulu lewat gol spektakuler Sigit Priyanto di menit 13. Namun, Mitra Devata bangkit di babak kedua setelah memasukkan IB Mahayasa, Gangga Mudana, dan Rapik Armawan.
Gol penyama kedudukan tercipta di menit 43 melalui Komang Mariawan. Selang dua menit, Muhajir menambah gol lewat tendangan jarak jauh, mengubah skor menjadi 2-1.
Klub legenda sepak bola Semarang itu tak menyerah, gol Jimmy Sukimin menyamakan kedudukan di akhir babak kedua menjadi 2-2.
Babak ketiga menjadi milik Mitra Devata. Gol ketiga berasal dari Umar di menit 65 memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Komang Agus Ruspawan.
BACA JUGA: Jelang Lawan Persik Kediri, PSIS Semarang Kembali Intens Gelar Latihan: Perkuat Fisik dan Taktik
IB Mahayasa melengkapi kemenangan Mitra Devata lewat gol keempat pada menit 85. Hingga peluit akhir berbunyi, skor bertahan 4-2 untuk Mitra Devata.
Founder Mitra Devata, Purwanto Iman Santoso, mengingatkan pentingnya kebersamaan.
“Tidak perlu ngoyo, kita di sini untuk mencari kawan,” ucap Purwanto.
Sementara itu, Sekretaris Semarang Old Star, Sobirin, menyampaikan harapan agar hubungan baik ini terus berlanjut.
“Semoga silaturahmi antar komunitas legenda sepak bola selalu terjaga,” kata Sobirin. (*)





