SEMARANG, beritajateng.tv – Kejuaraan Sepatu Roda Nasional Semarang Open by Bara Skating Klub 2026 resmi bergulir di Sirkuit Sepatu Roda Jatidiri, Minggu, 5 Juni 2026.
Tak hanya menjadi arena berburu prestasi, ajang tersebut menjadi wadah penting untuk membentuk karakter, mental juang, dan sportivitas para atlet muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, yang membuka kejuaraan tersebut mengatakan kompetisi olahraga memiliki peran besar dalam membangun kepercayaan diri serta daya juang generasi muda.
Menurutnya, keberanian seorang atlet untuk memasuki lintasan pertandingan sudah menjadi sebuah kemenangan tersendiri.
“Kompetisi ini bukan hanya soal siapa yang naik podium. Anak-anak yang berani masuk lintasan hari ini sesungguhnya sudah menjadi pemenang karena mampu mengalahkan rasa takut dalam dirinya. Mental seperti inilah yang akan menjadi bekal menghadapi tantangan kehidupan di masa depan,” ujar Iswar.
Ia menilai setiap pertandingan memberikan pengalaman berharga yang tidak bisa di peroleh melalui latihan semata.
BACA JUGA: TP PKK Semarang Siapkan Handbook Karakter Jawani, Targetkan Diterapkan di 350 Pos PAUD
Selain mengejar prestasi, para atlet belajar menghadapi tekanan, menerima hasil pertandingan dengan lapang dada, sekaligus bangkit untuk terus berkembang.
Menurut Iswar, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan siap bersaing.
“Menang tentu membanggakan, tetapi pengalaman menghadapi kompetisi, menerima kekalahan. Lalu bangkit kembali adalah proses yang jauh lebih berharga bagi masa depan anak-anak,” katanya.
Iswar juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan Semarang Open sebagai sarana memperluas persahabatan dengan atlet dari berbagai provinsi.
Dia berharap kejuaraan nasional tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman sekaligus mempererat kebersamaan di kalangan atlet muda.
“Gunakan kesempatan ini untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan belajar satu sama lain. Semoga selama berada di Kota Semarang, para peserta membawa pulang pengalaman yang menyenangkan serta kenangan baik dari kota ini,” tuturnya.
Selain berkontribusi terhadap pembinaan atlet usia dini, penyelenggaraan Semarang Open juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Kehadiran ratusan atlet, pelatih, ofisial, hingga keluarga peserta mendorong aktivitas sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan berbagai usaha masyarakat selama kejuaraan berlangsung.
Pemerintah Kota Semarang pun mengapresiasi Bara Skating Klub yang secara konsisten menggelar kejuaraan tingkat nasional sebagai bagian dari pembinaan olahraga prestasi.
Iswar berharap Semarang Open terus berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi. Sekaligus memperkuat posisi Kota Semarang sebagai salah satu pusat penyelenggaraan event olahraga nasional.
“Tidak semua peserta membawa pulang medali, tetapi setiap atlet pasti membawa pulang pengalaman yang berharga. Teruslah berlatih, junjung tinggi sportivitas, dan jangan pernah berhenti mengembangkan kemampuan,” pungkasnya. (*)





