“Kelompok usia 14 putra dan putri ini juga nanti akan berkembang di banyak turnamen yang akan dilaksanakan di Kota Semarang,” katanya.
Turnamen Tumbuh dari Kolaborasi
Menariknya, penyelenggaraan Piala Wali Kota Semarang 2026 tidak menggunakan anggaran Pemerintah Kota Semarang maupun dana pribadi wali kota.
Kegiatan tersebut berjalan melalui dukungan sponsor, iuran, serta kontribusi peserta. Skema itu dinilai menunjukkan bahwa olahraga dapat berkembang melalui kolaborasi antara komunitas, dunia usaha, peserta, dan masyarakat.
“Tidak serupiah pun saya keluar uang. Padahal ini turnamennya Piala Wali Kota. Pemerintah Kota Semarang juga enggak keluar uang,” tegas Agustina.
Menurut dia, dukungan berbagai pihak menjadi bukti bahwa perkembangan padel tidak harus selalu bergantung pada pembiayaan pemerintah.
“Duitnya semuanya acara ini dari mana? Ini dari para sahabat, sponsor dan iuran banyak orang dan tentu yang paling besar adalah dari peserta,” lanjutnya.
Agustina mengapresiasi panitia, sponsor, komunitas, peserta, serta pihak lain yang ikut mendukung kejuaraan tersebut.
Ia menilai pola kolaborasi seperti itu dapat menjadi model pengembangan olahraga di Semarang. Pemerintah cukup memberikan ruang dan dukungan, sementara komunitas serta sektor swasta ikut mengambil peran dalam menggerakkan kegiatan.
Padel Dorong Potensi Sport Tourism
Pertumbuhan padel juga dinilai memiliki dampak yang lebih luas dari sekadar olahraga. Kehadiran atlet dari berbagai daerah berpotensi menggerakkan sektor ekonomi Kota Semarang.
Peserta yang datang bersama keluarga dan pendamping membutuhkan akomodasi, makanan, transportasi, hingga berbagai kebutuhan selama berada di kota.
Agustina melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk mengembangkan sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga.
“Semarang ini punya peluang besar. Ketika orang datang untuk berolahraga, mereka juga akan tinggal, makan, menggunakan transportasi, dan mengenal berbagai hal yang ada di Kota Semarang,” ujarnya.
Menurutnya, semakin banyak kejuaraan nasional yang digelar, semakin besar pula peluang Semarang dikenal sebagai destinasi olahraga.
Karena itu, pemerintah ingin pertumbuhan fasilitas padel berjalan beriringan dengan agenda kompetisi, pembinaan atlet, penguatan komunitas, dan promosi wisata.





