Olahraga

Sempat Dibuka untuk Uji Coba, Lintasan Atletik TLJ Semarang Kembali Ditutup

×

Sempat Dibuka untuk Uji Coba, Lintasan Atletik TLJ Semarang Kembali Ditutup

Sebarkan artikel ini
Sempat Dibuka untuk Uji Coba, Lintasan Atletik TLJ Semarang Kembali Ditutup
Petugas menutup lintasan atletik GOR Tri Lomba Juang (TLJ) Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Lintasan Atletik Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang (TLJ) Semarang kembali tutup setelah sebelumnya dibuka untuk uji coba lintasan.

Lintasan atletik TLJ sempat buka untuk uji coba pada Rabu, 19 Agustus 2026. Namun, uji coba lintasan hanya berlangsung sekira lima hari.

Mulai Senin, 24 Agustus 2026, lintasan atletik TLJ kembali tutup untuk pelari maupun masyarakat yang ingin berolahraga. Bahkan, material rubber pada sejumlah bagian lintasan dilaporkan masih berserakan dan berpotensi mengganggu keamanan pelari.

Pantauan di GOR Tri Lomba Juang Semarang, sejumlah petugas Dinas Tata Ruang Kota Semarang masih berada di lokasi untuk melakukan perbaikan. Pengerjaan tampak berlangsung di sisi timur lintasan.

Kepala UPTD Gelanggang Olahraga, Tegar Suko Purusatama, membenarkan lintasan atletik TLJ kembali tutup meski sebelumnya sempat beroperasi untuk masyarakat pada 19 Agustus 2026.

Menurut dia, keputusan penutupan lintasan agar pekerjaan yang masih berlangsung dapat selesai secara maksimal.

“Kami tutup (lintasan atletik), supaya pengerjaannya kan juga maksimal. Jadi dari Dinas Tata Ruang itu kan juga belum selesai melakukan pengerjaannya,” kata Tegar.

BACA JUGA: Anggaran Rp3,3 Miliar, Lintasan Atletik TLJ Cuma Tambal Sulam? Ini Penjelasan Distaru Semarang 

Lintasan atletik sempat buka setelah Dinas Pemuda dan Olahraga menerima informasi bahwa pekerjaan dari Dinas Tata Ruang telah selesai pada 18 Agustus. Sehari kemudian, masyarakat mulai bisa menggunakan lintasan untuk berlari dan berolahraga.

Namun, setelah beroperasi, muncul persoalan pada material rubber yang berada di permukaan lintasan.

“Kemarin kami dapat informasi dari Dinas Tata Ruang pekerjaan lintasan selesai tanggal 18, maka tanggal 19 Agustus kami buka. Tetapi ternyata setelah masyarakat menggunakan ada bagian-bagian kecil yang belum menempel dengan maksimal dan materialnya berserakan,” ujarnya.

Material rubber yang menyerupai butiran kecil tersebut bahkan terlihat di beberapa bagian lintasan. Kondisi ini di khawatirkan membuat permukaan menjadi licin, terutama ketika lintasan masyarakat gunakan untuk aktivitas lari.

Tegar menduga, lem atau perekat pada material lintasan belum sepenuhnya kuat. Akibatnya, saat lintasan atletik menunjukkan sejumlah butiran rubber terlepas dan menyebar ke berbagai bagian.

“Kalau itu berserakan tentu bisa memengaruhi pelari. Permukaannya bisa menjadi licin. Kemarin saya keliling, memang terlihat seperti butiran kecil dari karet yang berserakan,” katanya.

Penutupan kembali lintasan TLJ ini menjadi catatan tersendiri. Sebab, fasilitas yang baru saja buka untuk uji coba justru harus kembali pihaknya kosongkan karena pekerjaan belum benar-benar siap.

Tegar mengakui tingginya antusiasme masyarakat menjadi alasan Dinas Pemuda dan Olahraga membuka lintasan lebih awal untuk uji coba. Namun, tingginya minat warga juga tidak boleh mengorbankan kualitas pengerjaan.

“Karena antusiasme warga Semarang sangat tinggi, kami coba buka dulu. Tetapi ternyata pengerjaannya belum maksimal. Daripada nanti hasilnya tidak maksimal, lebih baik kami tutup kembali sambil menunggu pekerjaan benar-benar selesai,” ujarnya.

Belum Ada Info Kapan Buka Kembali

Hingga saat ini, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang belum dapat memastikan kapan lintasan atletik TLJ akan kembali beroperasi untuk umum.

Pembukaan baru akan terlaksana setelah seluruh pekerjaan selesai dan Dinas Tata Ruang menyerahkan fasilitas tersebut secara resmi kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang.

“Rencananya nanti ada serah terima dari Dinas Tata Ruang ke Dinas Pemuda dan Olahraga. Setelah pekerjaan selesai dan ada berita acara serah terima, baru bisa kita pastikan untuk buka,” kata Tegar.

Ia menegaskan, pembukaan fasilitas tidak boleh kembali terlaksana ketika kondisi lintasan belum benar-benar siap.

Menurutnya, jika lintasan dipaksakan dibuka sebelum material benar-benar mengering dan merekat sempurna, hasil perbaikan justru berpotensi kembali rusak.

“Kalau buka ketika pengerjaan belum selesai atau belum benar-benar kering. Takutnya malah memengaruhi hasil dan akhirnya tidak maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, pemberitahuan mengenai penutupan lintasan telah pihaknya pasang melalui media sosial, Instagram, hingga MMT di sekitar kawasan GOR Tri Lomba Juang.

Selama lintasan TLJ tutup, masyarakat yang ingin berlari bisa memanfaatkan fasilitas olahraga milik Pemerintah Kota Semarang lainnya.

Salah satu alternatif yang kini mulai ramai masyarakat gunakan adalah Lapangan Sidodadi.

Menurut Tegar, lapangan tersebut memiliki lintasan yang cukup mendukung aktivitas lari meski ukurannya lebih kecil dari lintasan atletik GOR Tri Lomba Juang.

“Lapangan Sidodadi sekarang juga mulai naik daun. Bentuk lintasannya hampir sama, hanya memang ukurannya lebih kecil daripada Tri Lomba Juang,” katanya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp