“Kami senang sekali bisa kembali konser di Semarang. Setiap tampil di kota ini selalu terasa spesial karena antusiasme penontonnya luar biasa. Semoga nanti di Live Project 2026 kami bisa bertemu lagi dengan teman-teman di Semarang dan membawa malam yang menyenangkan untuk semua,” ujar Adam.
Bagi Adam, Semarang menjadi kota yang selalu menyambut Sheila On 7 dengan baik. Untuk itu, Duta cs bersepakat akan selalu menjaga kecintaan penggemarnya di Semarang, dengan menampilkan karya musik dan penampilan sesuai keinginan mereka.
Adam berharap sambutan Sheila Gank di Semarang dan kota” sekitarnya akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Secara pribadi Adam menganggap Semarang jadi salah satu kota yang selalu menyambut Sheila On 7 dengan baik.
“Sambat” Jadi Pengalaman Festival
Berbeda dari konsep festival musik yang hanya berfokus pada penampilan di atas panggung, Live Project 2026 mencoba memperluas pengalaman pengunjung sejak mereka memasuki kawasan acara.
Melalui kolaborasi dengan NKSTHI, konsep “Mens Sambat in Corpore Sano” akan terwujudkan dalam berbagai instalasi visual dan penggunaan bahasa sehari-hari yang dekat dengan masyarakat.
Mereka mengajak pengunjung berinteraksi, merespons, sekaligus menemukan berbagai bentuk “sambat” dalam perjalanan menuju area festival.
Pesannya pun sederhana: mengeluh atau bercerita tentang persoalan sehari-hari merupakan bagian wajar dari pengalaman manusia. “Sambat” tidak selalu harus terpandang sebagai sesuatu yang negatif, tetapi dapat menjadi pintu untuk mengenali dan mengelola perasaan.
Aik dari NKSTHI mengatakan, kolaborasi tersebut berangkat dari semangat yang sama, yakni menerima berbagai persoalan yang memang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, sembari mencari cara yang lebih menyenangkan untuk meresponsnya.
“Dari situlah kami mencoba membawa sambat menjadi bagian dari pengalaman Live Project tahun ini,” katanya.
Konsep tersebut sekaligus harapannya menjadi ruang stress release bagi pengunjung sebelum maupun saat menikmati rangkaian pertunjukan musik.





