SEMARANG, beritajateng.tv – Kesibukan Nia saat menyiapkan hidangan santap sahur bagi keluarganya di Dusun Dersan Wetan, Desa Dersansari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, terusik oleh kegaduhan dari arah kandang ayam, Selasa, 3 Maret 2026 dini hari.
Rasa penasaran Nia berujung kepanikan saat ia mendapati seekor ular piton besar tengah melilit dan memangsa ayam peliharaan keluarganya di dalam kandang.
“Awalnya saya curiga karena suara ayam gaduh sekali dan tidak berhenti. Saat saya cek ke kandang, saya kaget luar biasa ternyata ada ular sedang memangsa ayam,” ungkap Nia.
BACA JUGA: Ular Sanca Raksasa Masuk Rumah Warga Salatiga, Damkar Lakukan Evakuasi Dramatis
Sadar akan bahaya, Nia segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Posko Tengaran. Ia mengaku teringat aksi sigap petugas damkar dalam menangkap satwa liar yang sering ia lihat di media sosial.
Kasi Damkar Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Hisyam Alwi, mengonfirmasi laporan tersebut. Tim segera meluncur ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Saat petugas tiba, ular tersebut mencoba bersembunyi di balik tumpukan kayu dan bambu di dalam kandang.
“Petugas harus ekstra hati-hati karena posisi ular berada di antara tumpukan material. Setelah beberapa saat, ular piton sepanjang 2,5 meter tersebut berhasil ditangkap dan dievakuasi tanpa ada korban luka,” jelas Hisyam.
BACA JUGA: Petugas Damkar Ambarawa Evakuasi Ular Piton 2 Meter Lebih di Bandungan: Sembunyi di Tumpukan Asbes
Ular tersebut kini telah dibawa ke Posko Damkar Tengaran untuk penanganan lebih lanjut sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitat yang jauh dari permukiman. Menurut dugaan, ular tersebut masuk ke kandang karena terpancing aroma ternak saat mencari makan di malam hari.
Hisyam mengimbau warga agar tidak melakukan tindakan berisiko secara mandiri jika menemukan satwa liar berukuran besar.
“Segera hubungi petugas. Di bulan Ramadan ini, aktivitas malam hari memang meningkat, jadi pastikan kebersihan lingkungan dan area kandang tetap terjaga untuk meminimalkan masuknya predator,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





