Sinopsis Film Ghost In The Cell 2026, Sudah Nonton Belum?
Sebarkan artikel ini
Film Ghost in the cell. Ig/@kejora_film
SEMARANG, beritajateng.tv – Film bioskop 2026 terbaru yang tayang April kini salah satunya berjudul Ghost in the cell.
Menghadirkan kisah yang begitu menarik yakni perpaduan antara horor, komedi hingga satire sosial. Tentu bukan sekedar film bioskop biasa, film yang satu ini bahkan berhasil menarik banyak perhatian.
Kabar baiknya, bagi kamu yang penasaran bagaimana keseruan film tersebut kini sudah bisa kamu saksikan di bioskop loh.
Tayang sejak 16 April kemarin, siap-siap rebutan tiket nontonnya karena takut tidak kebagian kursi. Sebelum itu, yuk simak berikut informasi seputar sinopsis film tersebut.
Film ini mengikuti keseharian para narapidana di Lapas Labuan Angsana. Salah satunya adalah Anggoro (Abimana Aryasatya), yang hanya tinggal menunggu tujuh bulan lagi untuk bebas dengan syarat ia menjaga perilakunya.
Namun, penjara tampaknya tak pernah memberinya kesempatan untuk menjalani masa tunggu itu dengan tenang.
Situasi mulai berubah saat Dimas (Endy Arfian), seorang mantan jurnalis yang dipenjara karena membunuh atasannya, datang. Kehadirannya memicu serangkaian peristiwa ganjil.
Ketika para tahanan mulai terlihat tewas secara mengenaskan, kecurigaan pun tertuju padanya. Meski begitu, Anggoro dan beberapa napi lain merasa ada sesuatu yang jauh lebih kelam di balik semua ini.
Mereka mulai menyadari adanya entitas yang mengincar “aura negatif” para penghuni penjara.
Dalam lingkungan yang terasa seperti negara kecil dengan aturan sendiri, mereka di paksa mengungkap kebenaran bukan hanya soal pelaku pembunuhan, tetapi juga tentang ancaman sebenarnya yang mereka hadapi.
Lalu, mampukah Anggoro dan yang lain selamat dari teror tersebut? saksikan selengkapnya hanya di bioskop.
Mengingat film ini memadukan horor, komedi, dan aksi, Abi mampu menampilkan kemampuannya di ketiga aspek tersebut dengan baik berpindah mulus dari adegan pukulan keras ke momen tarian canggung di tengah pertarungan.
Ia juga berhasil menggambarkan bagaimana kebingungan Anggoro sebagai sosok yang berusaha berbuat benar di tengah sistem yang korup, sekaligus perjuangannya menjaga nilai moralnya.
Sementara itu, Bront Palarae sebagai Kepala Sipir Jefry tampil sebagai antagonis yang kuat dan mengintimidasi, merepresentasikan korupsi dan kekejaman dalam sistem yang tidak manusiawi.
Namun, film ini juga penuh dengan momen mencuri perhatian, Aming layak mendapat apresiasi atas energi nyentrik yang menyegarkan di paruh awal. Sementara pendatang baru Magistus Miftah bersinar di bagian tengah lewat adegan tarian yang sempurna. (*)
Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv
dengan bergabung ke saluran kami.