Dalam pagelaran tersebut, siswa mendapat kebebasan untuk berekspresi secara individu maupun kelompok. Beragam penampilan mereka tampilkan, mulai dari tari tradisional, musik daerah, hingga karya seni visual seperti lukisan sketsa.
Salah satu peserta, Nasywa Jauzaa Nisa, mengaku bangga dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia bersama kelompoknya menampilkan Tari Kaputren yang menggambarkan kehidupan putri kerajaan.
“Lewat pentas ini, kami bisa melestarikan budaya dengan cara yang menyenangkan. Mulai dari gerakan tari hingga kostum, semuanya mencerminkan kekayaan budaya kita,” ujarnya.
Selain pertunjukan seni, kegiatan ini juga makin semarak dengan lomba melukis sketsa tokoh Kartini dan pemilihan kostum terbaik berbasis busana tradisional. Rangkaian acara tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Kartini. (*)
Editor: Elly Amaliyah





