“Enam hari itu kan anak belajar sampai jam dua. Sisanya bisa dipakai untuk ekskul sampai jam 16.30. Setelah itu pulang, istirahat, lalu belajar. Waktu menjadi lebih seimbang antara akademik dan aktivitas lainnya,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa tengah tengah mengkaji wacana enam hari pembelajaran untuk SMA/SMK di wilayahnya. Kajian itu juga melibatkan sejumlah perguruan tinggi, pakar pendidikan, hingga dewan pendidikan. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





