SEMARANG, beritajateng.tv – Seorang siswi kelas VI SD Negeri Pakintelan 02, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, berinisial H, berhasil selamat dari percobaan penculikan yang terjadi tak jauh dari sekolahnya pada Jumat, 15 Agustus 2025.
Kepala SDN Pakintelan 02, Slamet Hari Pambudi, menjelaskan insiden tersebut berlangsung sekitar pukul 11.10 WIB, setelah korban pulang sekolah.
“Korban sudah dalam perjalanan pulang ketika sebuah mobil berhenti di jalan sepi,” ujarnya saat beritajateng.tv konfirmasi pada Kamis, 21 Agustus 2025.
Menurut Slamet, pelaku yang beraksi seorang diri berpura-pura memperbaiki mobil, kemudian mendekati korban dan berusaha membekap serta menariknya masuk ke dalam kendaraan.
“Jarak rumah korban dengan sekolah hanya 1–2 kilometer dan biasanya berjalan kaki. Korban sempat dicekik dan dibekap, namun berhasil melawan, membuka pintu mobil, lalu melarikan diri ke arah yang lebih aman,” jelasnya.
BACA JUGA: Resmi Berdiri, SPPG Lerep Ungaran Barat Bakal Layani MBG 3.181 Siswa: Termasuk dari SLB
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lecet di wajah dan leher. Ia telah mendapat perawatan medis dan kondisinya stabil. Meski sempat trauma, siswi tersebut kembali bersekolah pada Selasa, 19 Agustus 2025.
Sekolah perketat keamanan siswa
Pascakejadian, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pihak Kelurahan Pakintelan. Rekaman CCTV di jalur pulang korban juga sudah pihak sekolah serahkan ke kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Kami berharap pelaku segera ditangkap agar kasus ini tidak terulang,” ujar Slamet.
Selain itu, sekolah kini memperketat pengawasan, terutama saat jam pulang. Guru diwajibkan memastikan siswa dijemput langsung oleh orang tua atau wali. Jika tidak, anak tetap harus berada di bawah pengawasan guru.
“Kami juga mengimbau orang tua agar lebih disiplin dalam mengatur antar-jemput anak,” tambahnya.
Libatkan orangtua dan aparat keamanan
Slamet menegaskan bahwa SDN Pakintelan 02 sejak lama menerapkan konsep Sekolah Ramah Anak, termasuk edukasi tentang keamanan bagi siswa. Namun, setelah peristiwa ini, pengawasan diperkuat dengan melibatkan paguyuban orang tua, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan.
Babinsa dan Bhabinkamtibmas bahkan turun langsung memberikan sosialisasi kepada siswa tentang cara menjaga diri.
BACA JUGA: Mahasiswa KKN-T Literasi Undip Ajak Siswa SD di Desa Ngombak Membaca Nyaring
Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa rekaman CCTV serta keterangan sejumlah saksi.
“Peristiwa ini menjadi peringatan bagi semua pihak agar lebih peduli terhadap keselamatan anak, khususnya di jalur pulang sekolah yang sepi,” tegas Slamet. (*)
Editor: Farah Nazila





