JatengPendidikan

SMP Negeri 11 Semarang Ajak Siswa Pilah Sampah Setiap Hari

×

SMP Negeri 11 Semarang Ajak Siswa Pilah Sampah Setiap Hari

Sebarkan artikel ini
siswa SMP negeri 11
Siswa SMP Negeri 11 Semarang saat memilah sampah seusai kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat 29 September 2023. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Baru-baru ini, beredar kabar bahwa warga Semarang yang terbukti membuang sampah sembarangan akan dikenakan denda sebesar Rp 50 juta. Aturan tersebut merupakan implementasi dari (Peraturan Daerah) Nomor 6 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah.

Berbicara tentang pengelolaan sampah, terdapat satu sekolah di kota lumpia yang jauh-jauh hari telah ikut serta dalam pemilahan sampah di sekolah. Yakni SMP Negeri 11 Semarang yang berada di Jalan Karangrejo Tengah, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.

Kepala Sekolah SMP Negeri 11 Semarang Dwi Astuti Indriyanti mengaku telah mengajak siswa-siswinya untuk rutin memilah sampah yang ada di lingkungan sekolah sejak tahun kemarin. Kegiatan memilah sampah bahkan mereka lakukan setiap hari seusai jam pembelajaran.

Adapun pemilahan sampah terbagi sesuai masing-masing kelas, yakni kelas 7 memilah sampah plastik, kelas 8 memilah sampah kertas dan botol, dan kelas 9 memilah sampah daun kering.

“Kegiatan kami setiap 15 menit setelah jam pembelajaran terakhir. Jadi setiap jam 15.00 WIB selesai pembelajaran, anak-anak sudah kami ajak untuk pilah sampah,” ujar Dwi Astuti, Jumat 29 September 2023.

BACA JUGA:Merayakan Maulid Nabi dengan Kebhinekaan di SMPN 11 Semarang

Lebih lanjut, Dwi menyebut SMP Negeri 11 Semarang memang menaruh perhatian penuh akan pengelolaan sampah di lingkungannya. Bahkan, kantin sekolah sudah tidak menjual makanan atau minuman yang menggunakan kemasan plastik.

Oleh karenanya, para siswa-siswi di SMP Negeri 11 Semarang terbiasa membawa botol atau kotak makanan sendiri dengan bahan yang ramah lingkungan.

“Kebetulan hari Jumat ini ada Program Karakter Kebersamaan dengan makan bersama, tadi juga kita sisipi supaya anak-anak juga tidak membuang sampah sembarangan, tetap pilah sampah kita lakukan bersama-sama,” imbuhnya.

Upayakan pengelolaan sampah menjadi barang berguna

Selain memilih dan memilah sampah, pihak sekolah juga telah berupaya untuk mengolah sampah. Salah satunya sampah daun yang mereka olah menjadi pupuk kompos.

Apalagi, Dwi mengakui sampah daun di pekarangan SMP Negeri 11 Semarang sangatlah banyak. Mereka bahkan pernah melombakan pengolahan sampah daun menjadi pupuk kompos.

“Sekarang kami sedang mencoba dari sampah daun tadi untuk dikelola menjadi aksesoris baju, sedangkan bajunya dari sampah plastik,” jelasnya.

BACA JUGA:SMPN 45 Semarang Desak Penambahan Fasilitas Agar Bisa Urus Akreditasi

Meski telah melarang adanya kemasan plastik di kantin sekolah, tak jarang para siswa membawa jajanan dari luar sekolah. Oleh karena itu, Dwi berambisi mengumpulkan dan mengolah sampah-sampah plastik itu untuk dijadikan karya yang bisa dipamerkan pada saat Gelar Karya P5.

“Kalau anak-anak ekstra membawa jajan dari luar, itu masih ada sampah sedikit, itu kami kumpulkan. Dan saya menantang anak-anak dan guru untuk membuat baju dari sampah plastik,” tandasnya.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp