Peristiwa

Soal Dokter PPDS Bertugas 18 Jam Sehari, IDI Jawa Tengah: Bukan Bekerja, Tapi Nambah Ilmu

×

Soal Dokter PPDS Bertugas 18 Jam Sehari, IDI Jawa Tengah: Bukan Bekerja, Tapi Nambah Ilmu

Sebarkan artikel ini
Dokter PPDS
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Tengah, dr. Telogo Wismo, usai konferensi pers, Kamis, 15 Agustus 2024. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

Lebih lanjut, Telogo mengakui jika dalam proses pendidikan, mahasiswa PPDS mendapat tekanan yang luar biasa, baik tekanan fisik maupun tekanan psikis. Begitu pula dalam PPDS prodi Anestesi.

“Ada jokes sedikit, bahwa bedanya dokter anestesi dengan orang awam, membuat pingsan semua orang itu bisa, tapi membuat bangun orang pingsan itu tugas dokter anestesi,” ujar Telogo.

Maka, lanjut Telogo, hal itu menjadi beban psikis yang luar biasa bagi dokter spesialis anestesi. Karena, mereka harus bisa membius pasien dan mempertahankan kondisi pasien sampai nanti sadar kembali.

BACA JUGA: Kasus Dokter Muda Undip Bunuh Diri, Ternyata Tak Sanggup Bayar Penalti Rp500 Juta buat Mundur dari PPDS?

Ia menyebut, besar kemungkinan mahasiswa PPDS maupun dokter spesialis anestesi memiliki tekanan psikis yang luar biasa dalam menangani pasien. Mereka berurusan dengan waktu yang terbatas sehingga membutuhkan kecepatan dan ketepatan.

Oleh karenanya, Telogo mendorong adanya pendampingan dan pemeriksaan secara berkelanjutan terhadap kondisi psikis mahasiswa PPDS.

“IDI wilayah Jawa Tengah akan mendorong, harus ada pemeriksaan secara berkala agar dokter-dokter PPDS itu bisa tetap melaksanakan tugasnya dengan prima,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp