Politik

Soal Video Gibran Program Makan Siang dan Susu Gratis, Arumi Bachsin: Direkayasa

×

Soal Video Gibran Program Makan Siang dan Susu Gratis, Arumi Bachsin: Direkayasa

Sebarkan artikel ini
arumi bachsin
Arumi Bachsin. (Instagram/arumibachsin_94)

SEMARANG, beritajateng.tv – Beredarnya video pernyataan Gibran Rakabuming Raka soal program makan siang dan susu gratis mendapatkan tanggapan dari Arumi Bachsin.

Arumi Bachsin merupakan juru bicara cawapres nomor urut 2 Gibran. Ia mengaku menyayangkan video yang beredar tersebut.

Pasalnya, video Gibran yang beredar tersebut seakan membuat kesan bahwa anak sulung Presiden Joko Widodo itu memberikan data yang salah mengenai jumlah anak di Indonesia.

Lebih jelas, dalam video tersebut, tampak Gibran seolah-olah menjelaskan bahwa program susu gratis sudah di nikmati 400 juta anak. Dengan potongan video tersebut, terdapat narasi seolah memberi pernyataan bahwa jumlah itu tidak sesuai dengan total penduduk Indonesia.

Video tersebut, menurut Arumi, terpotong-potong sehingga memantik keherenan para penonton soal data yang Gibran katakan terutama soal jumlah anak di Tanah Air.

Arumi menyebut bahwa yang Gibran maksudkan adalah jumlah anak di 70 negara yang sudah menerima manfaat program makan siang.

“Padahal yang mas Gibran maksud adalah jumlah anak dari sekitar 70 negara yang sudah pernah menerima manfaat program makan siang atau susu gratis,” kata Arumi, Sabtu 16 Desember 2023.

Adapun data tersebut, kata Arumi, dapat dari United Nations Food Program.

BACA JUGA: Dapat Teguran KPU Karena Soraki Pendukung Saat Debat Capres Pertama, Begini Tanggapan Gibran

“Data 400 juta anak tersebut di peroleh dari United Nations World Food Program. Bagian penjelasan mengenai 400 juta anak di sekitar 70 negara terpotong,” sambungnya.

Istri Wagub Jatum Emil Elestianto Dardah tersebut pun berharap agar ajang Pilpres 2024 bisa menjadi sarana edukasi politik bagi masyarakat.

Oleh karena itu, kampanye hitam dan berita bohong atau hoaks bisa masyarakat hindari.

Tak menoleransi rekayasa dalam kampanye pilpres

Arumi pun memaklumi bahwa kritik merupakan hal yang lumrah dalam kampanye pilpres, namun dia tidak membenarkan terkait rekayasa untuk menjatuhkan lawan politiknya.

“Ada yang bilang ini istilahnya spin doctor. Pernyataan seseorang dipenggal lalu ditambahkan narasi melalui caption, seakan-akan pernyataan itu salah, padahal jika dikutip lengkap tanpa dipotong-potong, faktanya sangat berbeda,” ungkapnya.

Ia menyayangkan bahwa video-video yang berisi berita hoaks tersebut bisa mengecohkan banyak orang, sekalipun orang berpendidikan.

“Kemudian ini di viralkan melalui media sosial, bahkan mereka yang latar belakangnya akademis juga bisa terkecoh loh. Cukup banyak kenalan kami di dunia kerja yang sempat menanyakan video tersebut, dan setelah menerima penjelasan bahwa itu video yang dipotong-potong, mereka langsung memahami,” ujar Arumi.

Menurut Arumi, berdasarkan studi World Food Program dari PBB, program makan siang di sekolah sudah di lakukan di sekitar 70 negara dan telah membantu 418 juta anak.

Di antara negara tersebut, 120 anak di India telah terjangkau. Sedangkan untuk di ASEAN sendiri, ada Kamboja, Filipina, Thailand dan Malaysia.

BACA JUGA: Tanggapi Pernyataan Prabowo Soal Pupuk Langka di Jateng, Ganjar: Pikniknya Kurang Jauh

“Monggo bisa cek di website wfp.org, ada namanya program school meals, dan Koalisi Makan di Sekolah atau School Meals Coalition yang telah 76 negara ikuti sebagaimana tercantumkan di laporan State of School Feeding 2022 Report,” tegas Arumi.(*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp