“Ini merupakan satu inovasi yang di tunggu-tunggu di Kota Solo. Ada satu tempat pelayanan tidak hanya untuk wajah, tetapi juga untuk tubuh secara holistik, untuk menjaga keselarasan antara jiwa dan raga,” kata Astrid.
Pengembangan Surakarta Wellness City dinilai membutuhkan kolaborasi pemerintah, tenaga profesional, pelaku usaha, komunitas, industri kreatif, dan masyarakat.
Dengan berkembangnya ekosistem tersebut, Solo tidak hanya berpeluang memperkuat sektor kesehatan dan wellness, tetapi juga menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Pada akhirnya, wellness dan healthy aging bukan sekadar soal penampilan. Lebih jauh, keduanya berbicara tentang bagaimana seseorang dapat tetap sehat, aktif, percaya diri, dan produktif sepanjang hidup. (*)





