Pariwisata

Spot Selfie Sekaligus Uji Nyali, Jembatan Kaca Tinjomoyo Semarang Resmi Dibuka untuk Umum

×

Spot Selfie Sekaligus Uji Nyali, Jembatan Kaca Tinjomoyo Semarang Resmi Dibuka untuk Umum

Sebarkan artikel ini
Spot Selfie Sekaligus Uji Nyali, Jembatan Kaca Tinjomoyo Semarang Resmi Dibuka untuk Umum
Salah satu pengunjung mencoba wisata adrenalin Jembatan Kaca Tinjomoyo Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ada lagi destinasi wisata baru di Kota Semarang yang patut dicoba wisatawan saat berkunjung ke Ibu Kota Jawa Tengah, yakni Jembatan Kaca Tinjomoyo, Semarang.

Jembatan kaca Tinjomoyo ini memiliki ketinggian kurang lebih 40 meter dengan panjang 85 meter. Dibangun oleh DPU Kota Semarang dengan pengawasan khusus Kementerian PUPR, jembatan ini dinilai sangat layak sebagai destinasi wisata memacu adrenalin.

Secara struktur, kaca yang digunakan menggunakan material kaca tempered 5 lapis, dimana satu lapisnya memiliki ketebalan 20 mili. Dari atas ketinggian, wisatawan dapat melihat langsung pemandangan berupa aliran Sungai Garang yang terdapat di bawahnya.

Proyek jembatan kaca Tinjomoyo ini sebenarnya telah lama dibangun, namun soft opening baru terlaksana pada Minggu, 5 Oktober 2025.

BACA JUGA: Pembangunan Jembatan Kaca Tinjomoyo Kembali Tertunda, Dampak Efisiensi Anggaran

Soft opening Jembatan kaca Tinjomoyo dengan pemotongan pita oleh Wakil Walikota Semarang, Iswar Aminuddin.

“Sangat menarik bagi pengunjung, artinya wisata ini enggak bisa kita dapatkan di kehidupan sehari-hari. Di lokasi ini, ada beberapa titik yang mungkin tidak akan kita dapatkan di tempat yang lain. Salah satunya adalah jembatan kaca,” kata Iswar.

Meski telah menggunakan peralatan safety saat naik jembatan kaca, ia mengaku sempat tremor dan deg-degan saat melintasi kaca dengan ketinggian 40 meter itu.

“Ini sudah safety kekuatan kacanya. Bahkan kacanya sudah double, 40 mili. Sangat tebal, jadi di injak orang, saya kira sangat kuat,” tuturnya.

Untuk kapasitas, lanjut dia, nantinya akan ada pembatasan jumlah bagi wisatawan yang ingin naik di Jembatan Kaca Tinjomoyo. Menurut dia, satu kelompoknya, akan ada pembatasan 50 orang.

“Kapasitasnya 50 orang agar lebih safety-nya. Biar bergeraknya di atas lebih enak, lebih leluasa. Mungkin kalau mau foto, bermanuver di atas bisa,” imbuhnya.

 

Wakil Walikota Semarang Iswar Aminuddin dengan perlengkapan safety mencoba menaiki Jembatan Kaca Tinjomoyo Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)
Wakil Walikota Semarang Iswar Aminuddin dengan perlengkapan safety mencoba menaiki Jembatan Kaca Tinjomoyo Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Iswar berharap jembatan kaca ini bisa memiliki pengelolaan yang baik sehingga berkembang dan menjadi hiburan bagi masyarakat.

“Walikota Semarang, bu Agustin sering mengatakan bahwa Semarang bukan sebagai kota industri lagi, tetapi kota perdagangan dan jasa. Salah salah satunya adalah pariwisata, sehingga sektor pariwisata harapannya mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi dengan sangat cepat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, R. Sing Wiyarso mengatakan, soft launching kali ini merupakan upaya reaktivasi kembali kawasan Tinjomoyo.

“Kawasan Tinjomoyo ini luar biasa. Kita punya hutan wisata dengan kontur tanah topografi yang elevasinya naik turun. Di sini juga banyak peluang untuk jadi kawasan wisata adventure atau kawasan wisata petualang,” kata Wing.

Menurut Wing, saat ini banyak anak-anak muda yang menyukai wisata memicu adrenalin, sehingga pemkot Semarang mengambil inisiatif mengoptimalkan potensi di Tinjomoyo.

Punya Banyak Paket Wisata di Tinjomoyo

“Kita gandeng semua, Pokdarwis, ada komunitas paintball, jeep, termasuk menghadirkan jembatan kaca Tinjomoyo,” ujarnya.

Di lokasi tersebut, akan ada paket-paket wisata yang ditawarkan bagi wisatawan. Mulai dari paket wisata bermain paintball dan outbound. Ada pula paket adventure Jeep, menaiki mobil Jeep masuk ke hutan-hutan dengan trekking seru dan fun.

“Dari naik Jeep itu akan menuju ke jembatan kaca. Bagi wisatawan yang berani, bisa naik jembatan kaca. Yang tidak berani bisa lewat jembatan gantung yang di bawah. Jembatan gantung pun ternyata ada adrenalinnya, goyang-goyang kan tadi,” kata Wing.

Selain itu, lanjut dia, wisatawan juga bisa berkunjung ke Pokdarwis Srikandi dengan wisata edukasinya pengelolaan sampah.

“Salah satu pengelolaan sampahnya itu mengolah sisa-sisa kertas, untuk jadi berbagai macam souvenir,” imbuhnya. Tak sampai di situ, ada pula paket wisata River Tubbing.

“River Tubbing sudah siap sebetulnya, namun ternyata proses perizinannya ke BBWS ke Kementerian PUPR belum selesai. Walaupun sudah di approve namun prosesnya belum tuntas sehingga kami tidak berani mencobanya. Insya Allah secepatnya begitu izin turun River Tubbing yang dikelola Pokdarwis Wolu Makmur RW 8 akan beroperasi,” katanya.

Sebenarnya, lanjut Wing, wisata di Tinjomoyo sudah terintegrasi. Selain wisata hutan, pengunjung bisa menikmati pasar Semarangan yang menyediakan berbagai produk dan makanan UMKM warga sekitar.

“Kami coba kembalikan lagi pasar Semarangan seperti dahulu, saat ini masih on proses. Nanti kami coba agar sistem belanjanya juga menggunakan uang kepeng. Jadi rasa-rasa tradisional yang kami hidupkan kembali,” papar dia.

Di hutan wisata ini, akan dihidupkan lagi dengan berbagai kegiatan seperti trial run, lari lintas alam masuk hutan. Ada pula Downhill, e-bike maupun sepeda biasa.

“Ini merupakan salah satu tempat yang memang luar biasa untuk para pecinta olahraga maupun pecinta wisata petualang di Kota Semarang,” tutupnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp