Politik

Strategi Pilpres Bambang Pacul Terpatahkan, PDIP Tetap Pakai Teknik Catenaccio di Pilgub Jateng?

×

Strategi Pilpres Bambang Pacul Terpatahkan, PDIP Tetap Pakai Teknik Catenaccio di Pilgub Jateng?

Sebarkan artikel ini
Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang "Pacul" Wuryanto, saat dijumpai usai acara Korea Korea Selecao (KKS) di Monkey Baa Dimsum & Coffee pada Sabtu, 21 September 2024 malam. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Teknik tempur PDI Perjuangan (PDIP) dalam Pilgub Jawa Tengah 2024 memantik pertanyaan publik. Sebelumnya, pada Pemilu 2024 lalu, teknik sepak bola “catenaccio” selalu dielukan sebagai kekuatan PDIP untuk mempertahankan Jawa Tengah sebagai kandangnya.

Apakah teknik catenaccio kembali PDIP gunakan dalam Pilgub Jawa Tengah 2024?

Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang “Pacul” Wuryanto, mengungkap teknik catenaccio yang ia terapkan pada Pemilu 2024 kemarin terpatahkan oleh lawan. Hal itu Bambang Pacul ungkap saat dijumpai di Monkey Baa Dimsum & Coffee, Kota Semarang, Sabtu, 21 September 2024.

“Kalau kemarin kan kau tahu sendiri bahwa yang kami terapkan patah, artinya apa? Kita mesti berdiskusi. Apakah ada obatnya? Nanti kita lihat dalam pertempuran ke depan,” ungkap Bambang Pacul.

BACA JUGA: Sumanto Kembali Terpilih jadi Ketua DPRD Jawa Tengah, Bambang Pacul: Sudah Fix!

Menurutnya, hanya ada dua rumus dalam pertempuran elektoral. Pertama, kata dia, mematahkan strategi lawan. Jika itu tak bisa terlaksana, maka rumus kedua ialah mengungguli strategi lawan.

Menanggapi apakah pihaknya sudah mengantongi strategi lawan, Bambang Pacul mengaku proses yang berjalan masih sangat dinamis.

“Kan ini masih proses dinamis, bahwa data tentu sama-sama saling ngintelin. Apa gunanaya di dalam pertempuran ada intelijen? Itu dalam rangka pengumpulan informasi, salah satunya informasi itu. Pak Pacul apakah juga ngumpulin? Ya iyalah. Apakah lawan juga? Pastilah,” terang dia.

Awalnya yakin terapkan catenaccio untuk PDIP, tapi berakhir sebaliknya

Bambang Pacul tak menampik bahwa teknik catenaccio yang ia gunakan dalam Pilpres dan Pileg di Jawa Tengah tak berjalan dengan baik. Bahkan, pada Pilpres 2024, PDIP harus menerima kenyataan pahit babak belur di kandang sendiri.

Ketua Komisi III DPR RI itu pun sempat mengungkap pihaknya sangat yakin dengan teknik catenaccio awalnya.

“Kemarin waktu Pemilu, kami mengatakan pakai catenaccio. Kami begini, kami begitu, kami gunakan gorong-gorong. Ada keyakinan di kami bahwa apa yang kami lakukan masih bisa unggul ketimbang yang lain,” ucapnya.

Namun, yang ia dapatkan justru berkebalikan dari apa yang ia pikirkan.

“Faktanya kalah, Pak Pacul, suaranya turun. Bagi pertempuran itu kalah. Pak Ganjar juga kalah, hanya dia dua kabupaten kita menang,” akunya.

BACA JUGA: Garis Besar Timses Sudah Terbentuk, Hendi Ingin Bambang Pacul jadi Ketua Tim Pemenangan

Kekalahan PDIP di kandang sendiri

Kekalahan telaknya di kandang sendiri, Bambang Pacul akui sebagai perenungan panjang. Utamanya dalam mempertanyakan mengapa lawan elektoralnya bisa bermain begitu rapi.

“Kok bisa serapi ini lawan, pakai ilmu apa? Ini kan pertanyaan yang mesti kita jawab sebelum kita terapkan strategi atau teori baru. Kalau kau gak bisa ungguli rencana lawanmu, maka patahkan. Kalau gak bisa patahkan ya ungguli, itu saja,” terang Bambang Pacul.

Menurutnya, kekalahan Pilpres 2024 lalu bukan karena strateginya yang diungguli. Melainkan PDIP dipatahkan oleh lawan mainnya.

“Kalau kemarin kita kalah, apakah karena diungguli? Kita dipatahkan kemarin, kalau bahasa yang lunak itu ditumpulkan ujung tombak kami di 14 Februari itu,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp