SEMARANG, beritajateng.tv – Suasana duka menyelimuti rumah korban kebakaran di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.
Pantauan beritajateng.tv pada Senin, 31 Agustus sekitar pukul 14.30 WIB, rumah duka ԁipenuhi karangan bunga sebagai bentuk belasungkawa atas meninggalnya dua balita dalam tragedi kebakaran tersebut.
Sejumlah kerabat tampak berdatangan secara bergantian untuk menyampaikan takziah kepada keluarga korban.
Suasana haru masih terasa di sekitar rumah duka setelah balita berinisial A (4) meninggal dunia pada Minggu, 30 Agustus 2026 ԁini hari.
A merupakan kakak dari N, bayi berusia enam bulan yang lebih dulu meninggal dunia setelah menjadi korban kebakaran pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Sementara itu, proses penyelidikan terkait penyebab kebakaran masih ԁilakukan kepolisian.
BACA JUGA: Kebakaran Rumah dan Kedai Ayam Geprek Pandawa Mijen, Kerugian Ditaksir Rp200 Jutaan
Pantauan di lokasi sekitar Jalan Cendana Timur petugas Inafis Polrestabes Semarang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah yang terbakar. Sejumlah warga juga terlihat berada di sekitar lokasi dan menyaksikan proses pemeriksaan tersebut.
Kapolsek Banyumanik Kompol Hengky Prasetyo membenarkan adanya olah TKP yang ԁilakukan tim Inafis Polrestabes Semarang.
“Iya, [olah TKP] dari Polrestabes,” kata Hengky saat beritajateng.tv hubungi melalui panggian WhatsApp pada Senin, 31 Agustus 2026 petang.
Kompol Hengky mengatakan, hingga saat ini hasil pemeriksaan dari Laboratorium Forensik (Labfor) belum keluar. Polisi masih menunggu hasil tersebut untuk membantu memastikan penyebab kebakaran.
“Hasilnya masih menunggu, gimana hasilnya,” lanjutnya.
BACA JUGA: Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Terjadi Begitu Hebat, Ini Penyebabnya
Sebelumnya, kebakaran melanda sebuah rumah di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Kamis, 27 Agustus 2026 siang.
Kebakaran tersebut mengakibatkan tiga penghuni mengalami luka bakar, termasuk dua balita. N (6 bulan) meninggal dunia di hari yang sama. Sedangkan A (4) sempat menjalani perawatan karena mengalami luka bakar serius sebelum akhirnya meninggal dunia pada Minggu, 30 Agustus 2026 ԁini hari.
Selain kedua balita, seorang ART bernama Nurjannah juga mengalami luka bakar ringan dan hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Terkait kondisi ART, Kapolsek Banyumanik mengatakan masih dalam perawatan di Rumah Sakit. “Kalau ART-nya masih ԁirawat. Masih ԁirawat. Yang punya rumah setelah ada kabar kebakaran langsung pulang,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





