UNGARAN, beritajateng.tv – Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang memastikan program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah berjalan sejak awal Februari 2025.
Selain itu, seluruh fasilitas kesehatan (faskes) atau puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Semarang sudah dapat melakukan verifikasi guna mendukung program CKG tersebut.
Ihwal ini disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Endah Indriati Wurjaningrum, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa, 11 Februari 2025.
Endah pun menjelaskan mekanisme agar masyarakat bisa mengakses program CKG ini. Yakni, peserta mesti mengunduh aplikasi Satu Sehat Mobile di smartphone masing-masing.
Usai aplikasi terpasang, pilih “Resume Medis”, dan masukkan data nomor WhatsApp (WA). Selanjutnya, akan muncul nomor verifikasi untuk dimintakan ke puskesmas mana saja.
BACA JUGA: Serba-Serbi Cek Kesehatan Gratis di Kota Semarang: Tetap Ikut Antre, Ternyata Syaratnya Harus Fit
“Untuk 26 Puskesmas yang ada di Kabupaten Semarang saat ini sudah bisa melakukan verifikasi untuk program CKG ini,” jelasnya melalui sambungan telepon.
Setelah verifikasi tuntas, lanjut Endah, nantinya satu bulan sebelum peserta berulang tahun akan mendapatkan notifikasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Sebagai contoh, bila yang bersangkutan akan berulang tahun di bulan Agustus, maka 30 hari sebelumnya akan memperoleh notifikasi dari Satu Sehat Kemenkes.
Maka, nantinya bakalan ada pengingat, misalnya 30 hari lagi akan berulang tahun. Kemudian, pada tujuh hari sebelum ulang tahun peserta akan beroleh notifikasi jika sudah bisa melakukan pemeriksaan.
“Nanti peserta akan mendapatkan link screening mandiri. Isinya apa saja yang harus mereka isi agar bisa memanfaatkan program CKG ini,” tambahnya.
Endah menyampaikan, manakala dalam pemeriksaan harus ada tindakan lanjutan, peserta juga akan mendapat notifikasi bahwa harus melaksanakan perawatan lanjutan ke rumah sakit.
Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang wajib punya BPJS Kesehatan
Oleh karena itu, masyarakat harapannya juga sudah menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan. Hal itu agar nantinya perawatan lanjutan bisa mendapat pelayanan gratis oleh rumah sakit.
“Sebab, kalau tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan berarti nanti biaya perawatannya mandiri atau berbayar,” tegas Endah.
Menanggapi terkait kuota layanan CKG per hari, Endah menyampaikan satu puskesmas kuotanya 30 orang sesuai kuota dari Kemenkes. Pasalnya, pemeriksaan biasanya memakan waktu.
BACA JUGA: Suasana Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Semarang, Bisa Cek Mental hingga Kanker Serviks
Meski setiap puskesmas kuotanya terbatas 30 orang, peserta juga bisa menentukan atau memilih kapan hari pemeriksaan CKG.
Lantaran program itu masih cukup baru, Endah mengakui masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tata cara atau mekanisme untuk bisa mengakses layanan CKG.
“Untuk itu, selain melaksanakan program yang sudah berjalan, saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang juga terus mendorong sosialisasi kepada masyarakat,” tegas Endah. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





