Atas kejadian tersebut, warganet kemudian ramai-ramai membongkar sisi gelap ‘Pati‘ dan ‘Sukolilo’.
Berdasarkan mayoritas curhatan warganet pengguna X (sebelumnya Twitter), sejumlah pihak mengklaim Pati dan Kecamatan Sukolilo memang merupakan sarang bandit. Utamanya, soal kasus penggelapan mobil dan sindikat jual-beli mobil bodong.
Bahkan, tangkapan layar postingan akun @Txt_Babekota menunjukkan grup Facebook yang ramai menjual mobil dan motor bekas di area Pati tanpa STNK.
Salah satu grup itu bernama ‘Jual beli motor stnk only Pati’ yang memiliki anggota sebanyak 49 ribu.
Tak hanya itu, ada pula grup berjudul ‘Jual Beli Motor stnk only Pati Kudus Jepara Demak Semarang’ yang jumlah anggotanya tembus 55 ribu orang.
BACA JUGA: Update Terkini Kasus Bos Rental Mobil Tewas di Pati: Tersangka 3 Orang, Ini Perannya
Tudingan sebagai daerah penadah kendaraan curian
Salah satu pengguna X, @gajahmleyot, juga menyebut Sukolilo merupakan daerah penadah motor-mobil curian yang telah terkenal di Pati.
“Daerah penadah paling terkenal tuh, dan heran polisi kayak lindungin mereka,” cuit akun @gajahmleyot saat menanggapi viralnya video pengeroyokan tersebut.
Warganet lainnya, yang beberapa dari mereka merupakan pengusaha rental mobil, juga membenarkan Pati dan Sukolilo sebagai daerah zona hitam bagi para pemilik usaha rental mobil.
Desa tersebut sudah terkenal dengan sindikat penggelapan mobil rental dan leasing mobil.
“Kampung penadah mobil rentalan. Biasanya ada oknum isilop juga yg main di sana,” tulis akun @WanPeluk.
Ratusan komentar warganet lainnya pun bernada sama, sepakat menyebut Pati dan Sukolilo sebagai sarang bandit. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi