Meski begitu, lanjutnya, pengembangan sektor peternakan juga memiliki sejumlah hambatan. Salah satunya ketersediaan bibit unggul. Karena itu, ia mendorong peningkatan peran Balai-Balai Peternakan untuk mendukung posisi Jateng sebagai lumbung pangan nasional. Balai-Balai tersebut menjadi sentral karena mengembangkan bibit-bibit unggul yang berkualitas.
“Balai-balai ini punya sumber daya, ahlinya banyak, dan punya sarana. Kami memberi kebebasan dalam mengelola. Nantinya balai bisa jadi BLU (Badan Layanan Umum) seperti rumah sakit. Jadi bisa menguntungkan,” katanya.
Sumanto mengatakan, DPRD Jateng sudah membuat Perda Peningkatan Balai Pertanian, Peternakan, dan Perikanan. Adanya Perda tersebut merupakan dorongan agar balai bekerja secara profesional.
BACA JUGA: Ketua DPRD Jateng Sumanto: Ramadhan Bawa Dampak Signifikan Terhadap Perekonomian Masyarakat
Ia menambahkan, dengan adanya bibit ternak yang unggul bisa memberi support ke para peternak agar mampu berproduksi sendiri. Dengan begitu, produksi daging dan susu bisa terus digenjot sehingga Indonesia tak harus impor dari luar negeri.
Permasalahan lainnya adalah belum adanya kepastian harga ternak. Ia mendorong pemerintah untuk memberikan insentif yang cukup kepada para peternak. Beternak, lanjutnya, harus menghasilkan pendapatan yang cukup sehingga setimpal dengan modal yang para peternak keluarkan.
“Pemerintah juga perlu memberikan bimbingan dan fasilitasi bagi para peternak. Selain itu, jika perlu membentuk lembaga ekonomi bagi peternak seperti koperasi atau BUMDes,” ujarnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





