Jateng

Tak Hanya Portal untuk Batasi Truk Besar Lewat Silayur, Dishub Bakal Siapkan Timbangan Portabel

×

Tak Hanya Portal untuk Batasi Truk Besar Lewat Silayur, Dishub Bakal Siapkan Timbangan Portabel

Sebarkan artikel ini
Pasca Laka Silayur, Dishub Bakal Pasang Portal Pembatas Truk Sumbu 3 di Jrakah dan BSB
Tim gabungan Dishub, DPU dan Satlantas Polrestabes Semarang melakukan pengecekan dan survei penerapan portal untuk kendaraan besar truk sumbu tiga di Jrakah Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Perhubungan Kota Semarang berencana menyiapkan timbangan portabel untuk mengawasi truk bertonase besar yang akan melintas di Tanjakan Silayur, Jalan Prof Hamka, Kecamatan Ngaliyan.

Langkah ini sebagai upaya menekan risiko kecelakaan, khususnya karena kendaraan overload.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan penggunaan timbangan portabel akan melengkapi sistem pembatasan kendaraan, termasuk portal untuk kendaraan sumbu tiga.

“Kami sedang menyiapkan timbangan portabel untuk pengawasan kendaraan angkutan barang dan truk. Ini sebagai langkah pengendalian agar kendaraan dengan muatan berlebih tidak memaksakan melintas di jalur rawan,” ujar Danang.

Selama ini, kendaraan dengan muatan lebih dari 8 MST di larang melintas di kawasan Silayur pada pukul 05.00 hingga 23.00 WIB.

Pembatasan tersebut untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat rem blong di jalur turunan maupun tanjakan.

Danang mengakui, meski berbagai upaya telah pihaknya lakukan, potensi kecelakaan masih tetap ada. Namun, pemerintah berupaya menekan tingkat fatalitas melalui pengawasan yang lebih ketat.

BACA JUGA: Truk Bermuatan Triplek Terguling di Tanjakan Silayur, Diduga Overload 16,7 Ton

“Apakah kecelakaan bisa hilang sepenuhnya? Mungkin tidak. Tapi setidaknya kita bisa menekan dampaknya agar tidak fatal,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu persoalan utama adalah masih adanya kendaraan yang tidak melalui jembatan timbang, sehingga potensi pelanggaran muatan sulit terdeteksi sejak awal.

“Kendaraan yang mengalami kecelakaan sebelumnya diketahui tidak masuk jembatan timbang. Ini yang menjadi perhatian kami,” katanya.

Ia menambahkan, pemasangan jembatan timbang permanen merupakan kewenangan pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah kota mengoptimalkan penggunaan timbangan portable sebagai solusi pengawasan di lapangan.

“Kalau jembatan timbang permanen itu kewenangan pusat. Tapi untuk portable, kami bisa gunakan secara fleksibel untuk pengendalian di wilayah kota,” ujarnya.

Timbangan portabel ini nantinya bersifat mobile dan dapat berpindah ke berbagai titik rawan. Tidak hanya di Silayur, tetapi juga di jalur lain seperti Sigarbencah dan kawasan dengan tingkat lalu lintas kendaraan berat yang tinggi.

Pihaknya juga akan mengintegrasikan penggunaan alat tersebut dalam operasi gabungan bersama kepolisian. Termasuk pemeriksaan kelayakan kendaraan dan perizinan angkutan.

“Nanti kami gunakan bersamaan dengan operasi pemeriksaan. Tidak hanya cek dokumen, tapi juga berat muatan dan cara pengangkutan barang,” jelas Danang. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp