SEMARANG, beritajateng.tv – Sebanyak 80 siswa SLB A Dria Adi, sejumlah lansia, orang tua, guru, dan perawat pendamping mengikuti upacara dalam rangka memperingati HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman SLB A Dria Adi, Semarang, Kamis, 17 Agustus 2023.
Mengenakan baju adat seperti lurik, blankon, dan kebaya, peserta upacara mengikuti detik-detik pengibaran bendera Merah Putih dengan khidmat.
Sri Kamtini Kepala SLB A Dria Adi menyebut, upacara hari ini digelar sebagai bentuk suka cita dan rasa syukur pihaknya atas Kemerdekaan Republik Indonesia.
Hal ini, jelas Sri, sebagai bentuk dukungan dari Yayasan PELKRIS, khususnya SLB A Dria Adi, sebagai lembaga pendidikan khusus yang ikut berkontribusi membangun negeri.
“Sebagai lembaga pendidikan khusus kami mengadakan apacara setiap tahunnya bergilir dari Yayasan PELKRIS, suatu kebetulan tahun inu memusatkan upacara di SLB A Dria Adi,” ujar Sri Kamtini kepada beritajateng.tv.
Terkait kegiatan kali ini, lanjut Sri, Yayasan PELKRIS juga turut menyiapkan satu agenda untuk mendukung siswa-siswa di SLB A Dria Adi yaitu tentang Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Sedikit berbeda dengan P5 di sekolah lain, P5 di SLB A Dria Adi menitikberatkan pada kemandirian siswa.
“Tema yang kami angkat adalah tentang market day atau hari berjualan, mempersiapkan anak-anak untuk belajar berhitung dan melayani,” lanjutnya.
Rangkaian kegiatan usai upacara HUT RI latih kemandirian siswa SLB
Selain upacara HUT RI, halaman SLB A Dria Adi juga terdapat beberapa stan makanan. Dengan mengangkat tema ‘market day’, para siswa dan orang tua dilatih untuk saling berinteraksi dan berjualan.
Sri menjelaskan, yang membedakan market day SLB A Dria Adi dari market day pada sekolah lain adalah penggunaan uangnya. Sebab, uang yang mereka gunakan bukanlah uang asli.
“Sebenernya kami mau mencoba dengan uang asli, tapi belum banyak anak-anak yang menguasai itu. Jadi kita baru membedakan bentuk tapi dengan nominal yang sama, tapi bentuk bulat, segitiga, dan kotak,” jelas Sri.
Dalam melatih kemandirian siswa SLB, Sri mengaku sangat membutuhkan kerja sama dari banyak pihak. Baik orang tua siswa, guru dan siswa itu sendiri pun turut serta. Oleh karena itu, ia berharap HUT RI dapat menjadi momen penyemangat untuk terus membangun negeri,
“Harapannya ini terus menyemangati kita untuk berjuang membangun negeri ini, terlibat dalam pendidikan khusus terutama Yayasan PELKRIS yang memang intens semangat juga mendukung dunia pendidikan khusus,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





