Jateng

Tak Mau Lagi Kasus Makanan Basi MBG, Ombudsman Minta Kepala Daerah di Jateng Lakukan Pengawasan

×

Tak Mau Lagi Kasus Makanan Basi MBG, Ombudsman Minta Kepala Daerah di Jateng Lakukan Pengawasan

Sebarkan artikel ini
Ombudsman MBG Pemutihan
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah, Siti Farida, saat dijumpai di kantornya, Senin, 13 April 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah mendorong bupati dan wali kota se-Jawa Tengah untuk terlibat aktif dalam mengatasi persoalan pendistribusian menu makan bergizi gratis (MBG) di sekolah.

Alasannya, belakangan ini banyak muncul kasus menu MBG yang tak layak konsumsi. Salah satunya siswa yang mendapati ulat pada makanan MBG di Kudus. Tak hanya itu, makanan basi dan tak layak konsumsi juga terjadi di Sukoharjo dan Kota Semarang.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah, Siti Farida, mengungkap peran bupati maupun wali kota saat ini begitu masyarakat nantikan untuk memperbaiki pengawasan pada menu MBG.

Ia menekankan, kepala daerah sebenarnya bisa ikut terlibat agar pelaksanaan MBG dapat berjalan lancar tanpa kembali menimbulkan kasus serupa. Terlebih, hal itu bisa membahayakan kesehatan siswa.

“Kepala daerah bisa banget terlibat dalam pengawasan MBG. Pemda diharap segera berkoordinasi dengan BGN (Badan Gizi Nasional) untuk meningkatkan pengawasan dan perbaikan kualitas MBG,” ungkap Farida saat dihubungi via WhatsApp, Minggu, 27 April 2025.

BACA JUGA: Dari Temuan Ulat hingga Ayam Basi, Pemprov Jateng Akan Tinjau Program MBG di Kudus

Kata Farida, masing-masing kepala daerah semestinya mencontoh langkah konkret dari Pemprov Jawa Tengah yang bertindak taktis dalam mempercepat pelaksanaan MBG.

Pihaknya pun mengapresiasi Pemprov Jawa Tengah saat memutuskan untuk membentuk gugus tugas atau kelompok kerja optimalisasi MBG.

“Seperti Pemprov Jateng membentuk gugus tugas/kelompok kerja optimalisasi MBG,” sambungnya.

Ia menyarankan untuk membentuk kelompok kerja atau pokja yang bertugas untuk koordinasi dengan banyak pihak. Tujuannya untuk mempercepat pelaksanaan sekaligus pengawasan MBG di kabupaten/kota.

“Anggaran MBG bersumber dari APBN. Dalam perkembangannya, pokja juga berkoordinasi dengan multipihak, terutama untuk peningkatan kualitas MBG,” ungkapnya.

Ombudsman Jateng minta SPPG Kudus dan Kota Semarang segera bertanggung jawab atas kasus MBG basi dan berulat

Lebih lanjut, ia mewanti-wanti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) utamanya di Kota Semarang dan Kabupaten Kudus agar segera bertanggung jawab dalam kasus menu MBG yang ditemukan ulat dan basi.

“[SPPG Kudus dan Kota Semarang] perlu bertanggung jawab. Kalau penggantian, itu merupakan kewenangan dari BGN. Saat ini, kewenangan tata kelola MBG ada di BGN,” tegasnya.

Tak hanya mengancam kesehatan siswa, Ombudsman juga menyoroti kasus MBG berulat dan basi di Kota Semarang dan Kudus berisiko menimbulkan maladministrasi dalam pelayanan sektor pendidikan.

Monitoring dan evaluasi menyeluruh menurutnya perlu dikerjakan di dua wilayah tersebut, agar pelaksanaan MBG dapat dibenahi. Paling tidak, kata dia,  kualitas bahan baku dapat ditingkatkan sesuai peraturan yang berlaku.

“Kita semua tentu tidak ingin hal serupa terjadi. Jadi, penting untuk selalu  monitoring dan evaluasi memastikan semua prosedur MBG dilaksanakan. Sehingga kualitas makanan yang dikonsumsi anak-anak sesuai dengan standar dan baku mutu yang sudah ditetapkan,” pungkas Farida.

BACA JUGA: Soal Viral Ulat Buah di Makan Bergizi Gratis, Ini Tanggapan Pemkot Semarang

Pemprov Jateng akui akan langsung cek ke Kudus

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah angkat bicara perihal program MBG di Kudus yang tak layak konsumsi.

Sejumlah siswa di SMA Negeri 1 Kudus menemukan ulat pada tumis kacang yang merupakan makanan dari Program MBG.

Selain mendapati ulat pada sayur, siswa juga mengeluhkan nasi yang tersaji saat hari pertama pelaksanaan MBG di SMA setempat terasa kurang matang dan keras.

Atas kejadian itu, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi mendalam terhadap pelaksanaan MBG di Kudus.

Saat beritajateng.tv jumpai di Kantor DPD RI Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu, 23 April 2025, Gus Yasin bahkan mengaku pihaknya akan segera meninjau langsung ke Kudus.

“Ya nanti itu ada yang namanya akreditasi, ada pengawasannya. Nanti kami akan datang ke sana,” ungkap Gus Yasin singkat.

Tak hanya itu, banyak makanan yang tersisa juga menjadi masalah selama program MBG berlangsung di Jawa Tengah. Menanggapi itu, Gus Yasin juga akan melakukan evaluasi.

“Oke langsung kami evaluasi [makanan sisa pada Program MBG],” pungkas Gus Yasin. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp