SEMARANG, beritajateng.tv – Harga emas yang terus bergerak naik dan turun kerap membuat masyarakat ragu menentukan waktu membeli. Sebagian memilih menunggu harga turun, tetapi di sisi lain harga bisa kembali melonjak ketika dana pembelian sudah terkumpul.
Di tengah dinamika tersebut, PT Pegadaian menghadirkan alternatif bagi masyarakat yang ingin membangun aset emas secara bertahap. Melalui layanan Cicil Emas dan Cicil Tabungan Emas, masyarakat dapat memiliki emas fisik maupun emas digital dengan pembayaran angsuran sesuai kemampuan keuangan.
Skema ini menawarkan solusi bagi masyarakat yang belum memiliki dana besar untuk membeli emas sekaligus. Nasabah dapat menentukan uang muka dan jangka waktu pembiayaan, kemudian membayar angsuran secara rutin setiap bulan.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, M Aries Aviani Nugroho, mengatakan pergerakan harga emas merupakan bagian dari dinamika pasar yang harus masyarakat pahami.
Karena itu, Pegadaian menawarkan skema kepemilikan emas yang lebih terencana melalui pilihan angsuran dan tenor yang dapat di sesuaikan.
“Fluktuasi harga emas merupakan bagian dari dinamika pasar. Melalui Cicil Emas Batangan maupun Cicil Tabungan Emas, Pegadaian memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memiliki emas secara lebih terencana. Dengan angsuran tetap dan pilihan tenor yang dapat di sesuaikan dengan kemampuan masing-masing,” ujar Aries.
Salah satu poin dalam produk Cicil Emas Pegadaian Mulia dan Cicil Tabungan Emas adalah kepastian angsuran selama masa pembiayaan. Besaran cicilan yang telah di sepakati tidak berubah mengikuti pergerakan harga emas di pasar hingga tenor pembiayaan selesai.
Skema tersebut dapat membantu masyarakat merencanakan pengeluaran bulanan. Nasabah juga tidak perlu menunggu hingga memiliki dana besar untuk mulai membangun aset emas.
Pegadaian menyediakan pilihan tenor mulai tiga bulan hingga 60 bulan. Masyarakat dapat memilih jangka waktu tiga, enam, 12, 18, 24, 36, 48, hingga 60 bulan sesuai dengan kondisi finansial.
Pengajuan Cicil Emas dan Cicil Tabungan Emas dapat terlaksana melalui outlet Pegadaian maupun aplikasi Tring! by Pegadaian.
Sebelum mengajukan pembiayaan, masyarakat juga dapat melakukan simulasi untuk memperkirakan kebutuhan uang muka dan besaran angsuran bulanan. Dengan begitu, pembelian emas dapat direncanakan lebih matang dan tidak mengganggu kebutuhan keuangan lainnya.
BACA JUGA: Mengetuk Pintu Langit, Cara Pegadaian Pati Menebar Harapan bagi Warga yang Membutuhkan
Pegadaian juga memberikan pilihan bagi nasabah yang ingin menyelesaikan cicilan lebih cepat. Pelunasan sebelum jatuh tempo dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Aries mengingatkan bahwa emas tetap perlu di tempatkan sebagai bagian dari perencanaan keuangan yang sehat. Masyarakat juga perlu mempertimbangkan tujuan serta kemampuan finansial sebelum membeli atau berinvestasi.
“Yang terpenting adalah masyarakat tetap melakukan perencanaan keuangan secara bijak. Emas dapat menjadi bagian dari di versifikasi aset. Namun keputusan pembelian sebaiknya menyesuaikan dengan tujuan investasi dan kemampuan finansial masing-masing,” katanya.
Melalui Cicil Emas dan Cicil Tabungan Emas, Pegadaian berupaya memperluas akses masyarakat untuk membangun aset secara bertahap. Kehadiran layanan tersebut juga menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin memiliki emas fisik maupun digital tanpa harus menyediakan dana pembelian dalam jumlah besar pada satu waktu.
Di tengah harga emas yang bergerak dinamis, strategi membeli secara terencana menjadi salah satu pertimbangan. Namun, masyarakat tetap perlu memahami kewajiban angsuran dan menyesuaikannya dengan kondisi keuangan agar tujuan membangun aset tidak justru menjadi beban. (*)





