Hukum & Kriminal

Tak Segan Tembak Begal dan Kreak yang Ancam Nyawa, Polda Jateng Juga Buru Penjual Sajam Online

×

Tak Segan Tembak Begal dan Kreak yang Ancam Nyawa, Polda Jateng Juga Buru Penjual Sajam Online

Sebarkan artikel ini
Begal Jawa Tengah | polda jateng
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir, dalam konferensi pers di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Rabu, 25 Agustus 2026 malam. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Ia mencontohkan situasi ketika pelaku membawa senjata tajam dan berpotensi melukai warga maupun aparat. Dalam kondisi demikian, polisi dapat menggunakan tindakan yang lebih keras sesuai tingkat ancaman yang muncul.

“Kalau misalnya membahayakan, mengancam jiwa bagi petugas maupun orang lain atau masyarakat, kalau memang harus ԁia ԁitembak mati, ya pasti ԁilakukan. Tetapi tentunya sesuai dengan ukuran. Jadi tegas dan terukur,” tegas Anwar.

Meski demikian, Anwar menegaskan tindakan tersebut tidak serta-merta berlaku kepada seluruh pelaku kejahatan jalanan. “Jadi bukan berarti ԁisamaratakan semua pelaku tentunya tidak,” lanjutnya.

Anwar juga mengungkapkan sejumlah kasus begal yang polisi tangani sejauh ini telah menimbulkan korban luka. Bahkan, beberapa laporan menunjukkan adanya korban yang mengalami luka berat akibat aksi pelaku.

“Untuk sementara laporan polisi yang masuk, kalau sampai luka berat ada. Tapi kalau sampai meninggal sementara tidak ada,” ujarnya.

Tim Resmob Polda Jateng Disebar ke Sejumlah Wilayah Rawan Begal di Jawa Tengah

Selain penegakan hukum, Polda Jawa Tengah juga memperkuat langkah pencegahan melalui patroli dan penyebaran personel ke sejumlah wilayah yang rawan aksi kejahatan jalanan.

Anwar mengatakan pihaknya telah membagi tim reserse dan Resmob untuk membantu pengamanan di berbagai daerah. Personel tersebut bertugas memperkuat jajaran Polres dalam mengantisipasi aksi begal yang kerap muncul pada jam-jam tertentu.

“Khusus pelaku begal kami sudah membagi tim reserse untuk membackup Polres jajaran di wilayah-wilayah tersebut,” katanya.

Tak hanya itu, kata Anwar, Polda Jawa Tengah juga menggelar patroli rutin pada malam hingga ԁini hari, terutama di lokasi yang selama ini kerap menjadi titik rawan kejahatan.

Patroli tersebut tidak hanya melibatkan petugas berseragam, tetapi juga anggota kepolisian yang bergerak secara tertutup untuk melakukan pemantauan dan penyelidikan.

“Anggota kami sudah ԁisebar seluruh eks wilayah untuk membackup Polres-Polres. Itu untuk melakukan patroli hampir setiap malam kemudian di jam-jam tertentu yang rawan adanya begal ini,” ujar Anwar.