Senada dengan Sigit, Koordinator Pelatih Tunggal Putri PB Djarum, Hendrawan, mengingatkan bahwa hasil seleksi hari ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan garis start.
Juara Dunia 2001 ini juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan pelatih asal yang setia mendampingi para atlet.
“Apa pun hasil pengumuman hari ini, adik-adik harus tetap semangat. Sukses di awal belum tentu sukses di akhir, begitu juga sebaliknya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua dan pelatih di daerah atas dukungan besar mereka sejak dini,” tutur Hendrawan.
BACA JUGA: Raih 16 Gelar di Polytron Muria Cup Sirnas C 2025, PB Djarum Sabet Juara Umum
Kebahagiaan Atlet dan Orang Tua
Kebahagiaan mendalam ԁirasakan oleh Errencia Clarista, satu-satunya wakil dari kategori KU 12 Putri yang lolos dari titik audisi Pekanbaru. Ia bersyukur impiannya sejak lima tahun lalu untuk berlatih di bawah naungan PB Djarum akhirnya terwujud.
“Senang banget dan bangga. Dari dulu ingin masuk PB Djarum karena fasilitas dan pembinaannya yang luar biasa. Walaupun baru pertama kali ikut audisi, kerja keras latihan rutin selama tiga bulan terbayar sudah,” kata pengagum Liliyana Natsir ini.
Cerita serupa datang dari Russel Junior Sumual, pebulutangkis cilik asal Minahasa Utara dari kategori KU 11 Putra. Berangkat jauh dari Makassar, ia mengaku sempat kaget sekaligus bersyukur bisa menembus ketatnya persaingan karantina.
“Saya sudah siap untuk menjalani seluruh program latihan di PB Djarum dengan maksimal demi mewujudkan cita-cita menjadi pebulutangkis profesional,” ujar Russel.
Perjuangan sang anak turut membuahkan kebanggaan bagi ibunda Russel, Ferawati Kambodji. Demi mendukung putranya, ia bahkan rela menginap selama sebulan di dekat GOR Djarum Jati, Kudus.
“Senang sekali perjuangan Russel tidak sia-sia, karena tahun lalu sempat ikut tapi hanya sampai tahap turnamen. Menunggu sebulan dan hanya bisa ketemu seminggu sekali terbayar lunas hari ini,” ungkap Ferawati.





