“Tentu diperlukan upaya-upaya agar anak-anak ini dibatasi untuk melihat gadget. Orang tua juga perlu untuk membatasi. Karena anak-anak dengan mudah meniru perilaku yang mereka lihat di internet,” kata Mbak Ita.
Kasus perundungan baru-baru ini terjadi di Kota Semarang melibatkan siswa Sekolah Dasar yang menjadi korban kekerasan oleh siswa SMP di kawasan Sambiroto, Tembalang.
Selain itu, kasus lainnya juga melibatkan siswa SMA yang melakukan bullying terhadap anak-anak TK dan SD di Kelurahan Pekunden. (*)
Editor: Elly Amaliyah





