Karena itu, pihaknya selalu memberi peringatan sejak awal agar peserta berhati-hati saat berada di dekat kompor batik.
Meski demikian, Aik menilai anak-anak yang serius dan mengikuti arahan dengan baik mampu menghasilkan karya batik tulis yang indah.
Aik berharap motif-motif khas Semarang dapat semakin terkenal secara luas, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
“Semarang sudah punya ikon batik. Harapan saya semuanya bisa terkenal, karena kalau kita memakai produk buatan kita sendiri, pasti akan ada rasa bangga,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





