Tujuannya, selain untuk nguri-uri kebudayaan, juga untuk menghidupkan sektor yang lain, seperti UMKM yang ada di Kabupaten Semarang.
“Karena kalau ada tontonan pentas atau pagelaran kesenian tradisional, ekonomi juga akan berjalan karena banyak masyarakat yang menyaksikan,” jelas bupati. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





