Tantangan pada Porprov kali ini di perkirakan tidak mudah. Pati menjadi salah satu daerah yang perlu diwaspadai setelah tampil sebagai juara umum pada penyelenggaraan sebelumnya. Sementara itu, Kota Semarang menempati posisi kedua.
Kondisi tersebut membuat pematangan teknik, kebugaran, dan kesiapan mental menjadi perhatian penting menjelang pertandingan.
Tim pelatih berharap seluruh atlet mampu tampil optimal ketika menghadapi lawan dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Ketua Pengcab Keluarga Olahraga Tarung Derajat (KODRAT) Kota Semarang, Nur Salim Efendi, berharap seluruh atlet dapat menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalani persiapan hingga pertandingan berlangsung.
Ia menegaskan bahwa target prestasi harus diimbangi dengan kesiapan atlet serta kemampuan mempertanggungjawabkan hasil latihan di arena pertandingan.
“Harapannya satu, jaga kesehatan, keselamatan, kesuksesan untuk berhasil memberikan prestasi yang terbaik untuk KONI Kota Semarang,” kata Nur Salim.
Terkait peluang meraih emas, ia berharap prestasi yang telah dicapai pada Porprov sebelumnya dapat kita pertahankan. Menurutnya, para atlet harapannya mampu memberikan hasil terbaik tanpa dibebani target yang berlebihan.
“Masalah emas insyaallah bisa tetap emas. Tapi minimal emas kemarin bisa kita pertahankan. Saya tidak pernah memberikan harapan yang muluk-muluk. Yang jelas bisa mempertanggungjawabkan,” ujarnya.
Dukungan terhadap kesiapan atlet harapannya dapat membantu Tarung Derajat Semarang menjaga performa dan mempertahankan kontribusinya terhadap perolehan medali kontingen Kota Semarang.
Pantau Perkembangan Atlet
Sementara itu, Wakil Ketua Umum V KONI Kota Semarang, Ferry Satariyanto, menyampaikan bahwa pemantauan terhadap kesiapan atlet dan cabang olahraga terus berjalan menjelang Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Pemantauan tersebut mencakup berbagai aspek pembinaan, mulai dari lokasi latihan, program yang disusun pelatih, hingga kebutuhan gizi atlet.
KONI juga menjalankan fungsi pengawasan untuk mengidentifikasi dan membantu mencari solusi atas kendala yang masing-masing cabang olahraga hadapi.
“Kita juga fungsi kontrol. Di KONI itu juga ada setiap pengurus untuk membawahi masing-masing cabor. Itu fungsinya untuk bisa tahu permasalahan di masing-masing cabor,” jelas Ferry.





