SEMARANG, beritajateng.tv – Film bioskop terbaru berjudul Mertua Ngeri Kali merupakan salah satu film drama komedi.
Kisahnya yang sangat familiar di sekitar yakni konflik antara mertua dan menantu terbungkus dalam sebuah humor.
Sangat menarik bukan, terlebih lagi film ini menghadirkan Bunda Coba sebagai salah satu pemeran utamanya.
BACA JUGA: Sedang Tayang di Bioskop! Cek Sinopsis Film Horor Berjudul Riba
Nggak sabar buat nonton? Eits kabar baiknya film ini siap tayang hari ini di bioskop loh. Berikut akan beritajateng.tv bagikan informasi terkait sinopsis dan kumpulan fakta menariknya.
Sinopsis Film Mertua Ngeri Kali
Film ini mengisahkan Andara (Naysila Mirdad), seorang penulis skenario sinetron yang hidupnya berubah kacau setelah mertuanya tiba-tiba hadir dalam keseharian keluarganya.
Donda (Bunda Corla), ibu dari Raja (Dimas Anggara) yang merupakan suaminya, muncul di rumah membawa koper besar.
Sikap Donda yang dominan, suka mengatur, gemar mencampuri urusan orang lain, dan cerewet menjadi tantangan baru bagi Andara dan keluarganya.
Ia menuntut semua orang menyesuaikan diri dengan gaya hidupnya sebagai janda sosialita yang penuh gengsi dan sangat menjaga penampilan.
Lebih jauh, Donda merasa bahwa Raja hanya bisa benar-benar bahagia jika berada di dekat dirinya.
Perasaan itu membuatnya sulit menerima kehadiran Andara, dan dari sinilah konflik demi konflik mulai terjadi.
Andara, yang selalu membutuhkan ketenangan untuk bekerja dan mengejar tenggat waktu, harus berhadapan dengan Donda yang setiap hari hobi mengatur segala hal.
Mulai dari membongkar dapur, mengubah posisi furnitur, mengomentari masakan dengan pedas, hingga memeriksa cara Andara menyetrika pakaian Raja.
Ketegangan memuncak ketika Donda menganggap gaya hidup modern Andara sebagai ancaman bagi tradisi keluarga.
BACA JUGA: Pemain Agak Laen Siap Di uji Jika “Agak Laen 2” Pecahkan Rekor Penonton Film Pertama
Andara pun bersikap defensif karena merasa ruang pribadinya, perhatian suaminya, serta ritme hidupnya mulai hilang.
Raja berada di posisi sulit ia ingin menghormati ibunya, namun juga tidak ingin menyakiti hati istrinya.
Dari titik inilah muncul pemahaman baru. Andara mulai menyadari sisi rapuh dalam diri Donda, sementara Donda perlahan mengerti bahwa Andara sangat menyayangi keluarganya.
Proses saling menerima itu ditampilkan dengan cara yang jenaka, ramai, dan penuh tawa. (*)





