Ekbis

Teknologi AI Indosat Tangkal Serangan Spam dan Scam, 11 Juta Pelanggan Terlindungi dari Penipuan Digital

×

Teknologi AI Indosat Tangkal Serangan Spam dan Scam, 11 Juta Pelanggan Terlindungi dari Penipuan Digital

Sebarkan artikel ini
Teknologi AI Indosat Tangkal Serangan Spam dan Scam, 11 Juta Pelanggan Terlindungi dari Penipuan Digital
Ilustrasi Serangan Spam dan Scam melalui gadget. (Doc. Bank Indonesia)

SEMARANG, beritajateng.tv – Upaya penipuan digital terus menyasar masyarakat dengan pola yang makin beragam. Dalam situasi tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkuat perlindungan pelanggan melalui teknologi kecerdasan artifisial yang bekerja langsung di jaringan selulernya.

Sejak fitur Anti-Spam dan Anti-Scam meluncur pada 7 Agustus 2025, sistem ini sudah mengidentifikasi dan menangani ratusan juta percobaan penipuan.

Dalam keterangan resmi, Director and Chief Commercial Officer IOH Bilal Khazmi memaparkan bahwa teknologi keamanan baru ini menjadi bagian dari program AIvolusi5G. Sebuah kolaborasi antara kemampuan AI dan jaringan 5G untuk memperkuat keamanan digital pengguna.

Sistem tersebut bekerja otomatis tanpa memerlukan aplikasi tambahan, sehingga pelanggan dari berbagai usia bisa menikmati perlindungan tanpa repot menambah perangkat atau instalasi baru.

Menurut Bilal, kehadiran fitur ini menjadi respons nyata terhadap meningkatnya aktivitas spam dan scam yang merugikan masyarakat.

Hingga saat ini, IOH mencatat lebih dari 200 juta panggilan berisiko telah berhasil pikhaknya blokir. Sementara 90 juta pesan mencurigakan telah mendapat peringatan otomatis.

Setiap bulan, rata-rata 11,5 juta pelanggan mendapatkan perlindungan dari potensi penipuan digital.

Data internal menunjukkan bahwa lebih dari 290 juta panggilan spam terdeteksi melalui jaringan VoLTE. Jika menghitung akumulatif dalam 2,5 bulan, sistem telah memantau lebih dari 500 juta panggilan dan SMS scam maupun spam.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 145 juta pesan telah di tandai sebagai pesan berbahaya, termasuk 110 juta di antaranya kategori penipuan.

Meski sistem belum menutup seluruh peluang masuknya panggilan atau pesan berbahaya, fungsi peringatan dini terbukti mengurangi risiko masyarakat menjadi korban.

Peringatan yang pelanggan terima memungkinkan mereka berhenti sejenak, memverifikasi ulang, dan menghindari penipuan sebelum terlambat.

BACA JUGA: Program Kejutan Simpel IM3, Indosat Beri Hadiah Sepeda Motor Dua Outlet Terbaik di Jateng

Bilal menegaskan bahwa Indosat menerapkan prinsip Zero Trust dalam membangun sistem keamanan ini. Pelanggan di dorong untuk tidak mudah percaya dan selalu melakukan pengecekan ulang pada pesan, panggilan, maupun tautan yang tidak ia kenal.

“Dengan dukungan teknologi AI yang terus berkembang dan edukasi literasi digital yang berkelanjutan. Kami ingin membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi ancaman penipuan daring,” ujar Bilal.

Ia menambahkan, komitmen tersebut sejalan dengan visi perusahaan untuk menghadirkan pengalaman digital kelas dunia dan menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi pelanggan di seluruh Indonesia.

Bilal menyebut, Indosat menerapkan prinsip Zero Trust untuk mendorong kehati-hatian pelanggan: tidak langsung percaya dan selalu memverifikasi pesan, panggilan maupun tautan mencurigakan.

Prinsip ini juga menjadi dasar dalam pengembangan fitur perlindungan tersebut.

“Dengan kombinasi teknologi AI yang terus diperbarui dan edukasi literasi digital berkelanjutan. Indosat menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman penipuan daring. Langkah ini sejalan dengan misi perusahaan dalam menghadirkan pengalaman digital kelas dunia. Serta membangun ekosistem digital yang aman bagi seluruh pelanggan di Indonesia,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp