Ekbis

Telkom Cetak Pendapatan Rp37,2 Triliun di Awal 2026, Transformasi Bisnis Mulai Tunjukkan Hasil Positif

×

Telkom Cetak Pendapatan Rp37,2 Triliun di Awal 2026, Transformasi Bisnis Mulai Tunjukkan Hasil Positif

Sebarkan artikel ini
Telkom Cetak Pendapatan Rp37,2 Triliun di Awal 2026, Transformasi Bisnis Mulai Tunjukkan Hasil Positif
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini. (Doc. Telkom Indonesia)

Selain pasar konsumen, pertumbuhan juga datang dari segmen B2B Infrastructure yang mencatat kenaikan pendapatan 6,8 persen menjadi Rp2,4 triliun.

Pendorong utamanya berasal dari ekspansi bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT) yang dijalankan Mitratel. Anak usaha Telkom tersebut terus memperluas jaringan serat optik untuk mendukung kebutuhan operator telekomunikasi dan layanan digital.

Sepanjang kuartal pertama 2026, Mitratel menambah jaringan fiber optic sepanjang 1.080 kilometer. Sehingga total kepemilikannya kini mencapai lebih dari 58 ribu kilometer.

Langkah ekspansi tersebut semakin memperkuat posisi Mitratel sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi terintegrasi. Yang tidak hanya mengandalkan bisnis menara, tetapi juga jaringan serat optik.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), bisnis data center menjadi salah satu sektor yang paling menjanjikan bagi Telkom.

Melalui NeutraDC Group dan fasilitas NeuCentrIX, Telkom melihat permintaan layanan pusat data terus meningkat dari berbagai industri digital.

Karena itu, perusahaan tengah menyiapkan langkah konsolidasi agar pengelolaan seluruh aset data center dapat lebih fokus dan efisien.

Strategi ini harapannya mampu membuka peluang monetisasi aset yang lebih besar sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis digital Telkom di masa depan.

Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, Telkom mengalokasikan belanja modal sebesar Rp4,9 triliun pada kuartal pertama 2026.

Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk pengembangan infrastruktur jaringan, bisnis B2B, dan layanan internasional.

Di saat yang sama, perusahaan juga terus merampingkan portofolio bisnis melalui berbagai langkah strategis seperti divestasi, merger, hingga penataan anak usaha non-inti.

Divestasi AdMedika Group

Salah satu agenda penting yang sedang berjalan adalah divestasi AdMedika Group kepada investor strategis.

Selain itu, Telkom juga mempersiapkan pemisahan aset wholesale fiber connectivity ke InfraNexia yang ditargetkan selesai pada kuartal ketiga 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Telkom untuk meningkatkan nilai aset, memperluas pasar eksternal, serta menciptakan sumber pertumbuhan baru di luar bisnis telekomunikasi tradisional.

Memasuki sisa tahun 2026, Telkom menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat transformasi bisnis sekaligus memperkuat ekosistem digital nasional.