SEMARANG, beritajateng.tv – Tak berselang lama setelah aksi demo mulai, tembakan gas air mata disemprotkan polisi untuk memukul mundur massa yang ricuh.
Warga Mugassari yang beraktivitas tak jauh dari Mapolda Jawa Tengah pun turut merasakan pedihnya gas air mata.
Warga sekitar bergotong royong membantu demonstran, aparat, maupun pekerja yang terkena gas air mata.
Bahkan, tak sedikit dari mereka yang membagikan pasta gigi gratis dan air minum di depan warung atau rumah mereka.
BACA JUGA: Update Demo Ojol Semarang: Massa Bakar Mobil Hingga Kantin DPRD Jateng
Pantauan beritajateng.tv, driver ojek online (ojol) mengamankan diri mereka dari gas air mata di sepanjang Jalan Gergaji Pelem.
Pengendara lain yang melintas di Jalan Gergaji Pelem tampak menggunakan pasta gigi di wajah mereka.
Pemilik warung membantu mengamankan para pengendara maupun driver ojol yang kesulitan melihat lantaran merasa pedih. Tak sedikit pula yang merasakan sesak dan batuk akibat masifnya gas air mata tersebut.
Bahkan, pedihnya gas air mata juga dirasakan salah satu warga yang tinggal di Jalan Gergaji III, Fauziyah (28).
Padahal, jarak antara Mapolda Jawa Tengah dengan kediaman warga tersebut terbilang cukup jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki.
“Waktu lagi di kontrakan tadi sebelum ke sini saya dengar suara tembakan gas air mata berkali-kali, padahal lokasi Polda atau tempat demo cukup jauh ya,” ujar Fauzi.
Saat berjalan kaki dari kediamannya menuju lokasi demonstrasi, ia pun sudah merasakan pedihnya gas air mata dan rasa sesak saat keluar gang atau di Jalan Menteri Supeno II.
“Kan saya mau jalan ke lokasi demo ya, pas dekat kantor Bulog saja itu aroma gas air matanya sudah menyengat sekali. Yang dekat bimbel Inten itu juga ya, tadi juga saya lihat pengendara yang melintas di depan kantor Bulog pada tutup hidung semua, matanya pada berair,” pungkas Fauzi.
Tembakan gas air mata masih berlangsung jam 8 malam
Sebagai informasi, tembakan gas air mata kepada massa demo yang terjadi di Kota Semarang masih terdengar hingga pukul 20.00 WIB.