BACA JUGA: Kecewa! Tenaga Pendidik PAUD Non ASN di Salatiga Tak Terima Insentif Kesejahteraan Tahun 2026
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Abdul Mu’ti sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur Ahmad Luthfi.
Menjadi seorang guru PAUD atau TK lebih sulit daripada menjadi seorang dosen. Guru PAUD dan TK memiliki pengaruh luar biasa bahkan lebih daripada orangtua. Anak-anak lebih mengikuti apa kata guru TK daripada orangtuanya.
“Guru TK adalah role model bagi anak-anak, bukan hanya sebagai pengajar melainkan juga sebagai orangtua dan sosok idola bagi anak-anak,” katanya.
Oleh karena itu, bilang Abdul Mu’ti, pola pengajarannya dengan bermain. Anak-anak yang bermain dengan gembira dan bersuka cita akan berkesempatan mengembangkan diri.
Pemerintah, kata dia, telah mengamanahkan kepada Kementerian Dikdasmen terkait wajib belajar 13 tahun. Mulai dari PAUD dan TK atau satu tahun menjelang sekolah dasar (SD).
Saat ini tercatat baru 66% anak di sekolah SD yang pernah belajar di PAUD atau TK. Lainnya masih banyak yang belum pernah PAUD atau TK.
Abdul Mu’ti berkata, pemerintah juga berusaha meningkatkan pemenuhan sarana prasarana TK melalui program revitalisasi.
“Pada 2025 ada 1.356 TK yang mendapatkan bantuan. Tahun 2026 meningkatkan 10 kali lipat dengan alokasi 13.831 bantuan revitalisasi TK di seluruh Indonesia,” katanya. (adv)





